• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

Kemendikbud-Kemendagri Evaluasi Pelaksanaan Tahun Ajaran Baru, Ini Hasilnya

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Ainun Na'im meminta masyarakat untuk bersabar menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dia menegaskan kembali pentingnya kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di masa pandemi COVID-19.

"Kami memahami sudah banyak pihak yang ingin kembali belajar tatap muka di sekolah, tetapi kami juga harus memastikan hal tersebut dilaksanakan secara hati-hati dan terkendali. Mohon bersabar dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga pendidikan," tutur Ainun dalam konpers virtual, Selasa (28/7).

Berdasarkan data pemantauan internal Kemendikbud (per 27 Juli 2020), sebanyak 79 kabupaten/kota masih belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan panduan dalam keputusan bersama empat menteri.

Sebanyak 18 kabupaten/kota berada di zona hijau, 39 kabupaten/kota berada di zona kuning, 20 kabupaten/kota berada di zona oranye, dan dua kabupaten/kota berada di zona merah.

Pada zona hijau, Ainun menjelaskan sebagian besar bentuk pelanggaran yang terjadi adalah tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak saat masuk sekolah.

Sedangkan di zona kuning, oranye dan merah bentuk pelanggarannya adalah melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kami instruksikan agar pembelajaran di daerah tersebut harus segera menyesuaikan dengan SKB 4 Menteri ini,” ujar Ainun Na’im.  

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri, Hari Nur Cahya Murni meminta kepada 79 kota/kabupaten untuk segera menyelaraskan proses belajar mengajar dengan ketentuan yang berlaku.

"Arahan kami mendorong kepala daerah untuk melaksanakan kewajiban sesuai kewenangannya dalam menjalankan pendidikan yang aman di masa pandemi COVID-19," tuturnya.

Murni mengapresiasi 418 kabupaten/kota yang telah melaksanakan pembelajaran di daerahnya sesuai dengan keputusan bersama empat menteri.

"Kami sangat mengapresiasi 418 kota/kabupaten di Indonesia. Saya kira cukup efektif dan terbukti bahwa pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan wali kota berkonsentrasi menangani penanganan COVID-19 termasuk proses belajar agar berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dia mengatakan tahapan keputusan pembelajaran tatap muka harus berdasarkan status zona risiko COVID-19 pada suatu wilayah.

"Ini yang menetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat, tingkatannya per Kabupaten/Kota, bukan Kecamatan bahkan Kelurahan/Desa," jelas Dirjen Bangda.

Agar pendidikan tetap berjalan dengan aman di masa pandemi COVID-19, Murni memastikan akan ada sinkronisasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam perencanaan, impelementasi, monitoring, dan evaluasi khususnya di bidang pendidikan.

“Mudah-mudahan dengan evaluasi ini, Pemerintah Daerah yang masih ada di zona kuning, oranye dan merah tidak memaksaksan diri membuka sekolah secara tatap muka,” harapnya.

Sementara Sekjen Ainun mengingatkan kembali pentingnya sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Berdasarkan pemantauan selama dua minggu berjalannya tahun ajaran baru, sebagian besar pemerintah daerah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan keputusan pemerintah.

Adapun tahapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada zona hijau dilakukan bertahap dimulai dengan jenjang SMA/sederajat dan SMP/sederajat.

Kemudian pada tahap kedua, paling cepat dua bulan (paling cepat September 2020) setelah tahap pertama, untuk SD/sederajat dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Selanjutnya, paling cepat dua bulan setelah tahap kedua (paling cepat November 2020), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka kembali.

Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan data kesehatan dan data pendidikan, masukan para ahli dan praktisi, serta masukan para orang tua, peserta didik, dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

"Urutan tahap dimulainya pembelajaran tatap muka dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik menerapkan protokol kesehatan," pungkas Ainun. (esy/jpnn)

Artikel ini telah tayang diJPNN.comdengan judul
"Kemendikbud-Kemendagri Evaluasi Pelaksanaan Tahun Ajaran Baru, Ini Hasilnya",
https://www.jpnn.com/news/kemendikbud-kemendagri-evaluasi-pelaksanaan-tahun-ajaran-baru-ini-hasilnya

Tulisan Lainnya
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar SMK Negeri 1 Balikpapan, 16 April 2021

.Warga Smakenza Hebat,Marhaban Ya RamadhanJum'at 16 April 2021, Dilaksanakan Buka Puasa dan Doa Bersama Keluarga Besar SMK Negeri 1 BalikpapanSemoga Kegiatan ini Membawa Keberkahan Untu

19/04/2021 08:04 - Oleh Editor - Dilihat 83 kali
Sosialiasi Kedisiplinan Kinerja ASN dan Non ASN Serta Regulasi Tunjangan Profesi dan Pendaftaran PPPK Bagi Non ASN

Warga Smakenza Hebat,Kamis 1 April 2021, Dilaksanakan Kegiatan "Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Melalui Sosialisasi Kedisiplinan Kinerja ASN dan Non ASN , Update

02/04/2021 08:59 - Oleh Editor - Dilihat 153 kali
Relisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Negeri 1 Balikpapan Untuk 5 Tahun Kedepan

Warga Smakenza Hebat, Sabtu, 13 Maret 2021, LSP SMKN 1 Balikpapan melaksanakan Relisensi untuk 5 Tahun ke depan. Yang dihadiri oleh Komisioner BNSP Bidang Sertifikasi Bpk. Bonardo Aldo

20/03/2021 20:59 - Oleh Editor - Dilihat 209 kali
kegiatan Verifikator Tempat Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Negeri 1 Balikpapan Tahun 2021

Warga Smakenza Hebat,Senin 01 Maret 2021 dilaksanakan kegiatan verifikator Tempat Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Negeri 1 Balikpapanadapun yang bertindak sebagai verivikator adalah D

02/03/2021 15:02 - Oleh Editor - Dilihat 307 kali
Penandantanganan Surat Perjanjian Kerjasama (PKS) SMK Negeri 1 Balikpapan dengan Universitas Mulia dibidang Pendidikan, Pelatihan dan Bimbingan pelatihan Peningkatan SDM bagi Siswa dan Guru

.Warga Smakenza Hebat,Selasa 23 Februari 2021, Kepala SMK Negeri 1 Balikpapan Bapak Mujadi, S.Pd, M.Pd Melaksanakan Penandantanganan Surat Perjanjian Kerjasama (PKS) SMK Negeri 1 Balikp

23/02/2021 11:04 - Oleh Editor - Dilihat 258 kali
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Vokasi tentang Pemberian Kompetensi Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan dan Calon Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik dan/atau Perguruan Tinggi Bidang Konstruksi di Kalimantan Timur dan Ka

.Warga Smakenza Hebat,Kamis 18 Februari 2021, Kepala SMK Negeri 1 Balikpapan, Bapak Mujadi, S.Pd, M.Pd. Menghadiri Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina K

18/02/2021 12:50 - Oleh Editor - Dilihat 227 kali
Sosialisasi Panduan Protokol Kesehatan di Lingkungan SMK Negeri 1 Balikpapan, Beserta Doa Bersama

.Warga Smakenza Hebat, Kamis 11 Februari 2021 dilaksanakan kegiatan "Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Doa Bersama" Keluarga besar SMK Negeri 1 BalikpapanKegiatan ini bertujuan untuk m

14/02/2021 11:52 - Oleh Editor - Dilihat 350 kali
Dirgahayu Kota Balikpapan ke-124

Segenap Keluarga Besar SMK Negeri 1 Balikpapan Mengucapkan: . Dirgahayu Kota Balikpapan ke-124 10 Februari 1897- 2021 "Melawan Covid-19 Memulihkan Ekonomi Menuju Balikpapan Yang Berkela

10/02/2021 10:20 - Oleh Editor - Dilihat 207 kali
Psikotest Seleksi Kelas Buma Batch IV SMK Negeri 1 Balikpapan (Sesi I & II)

Warga Smakenza HebatSenin 08 Februari 2021, Dilaksanakan Psikotest Seleksi Kelas Buma Batch IV SMK Negeri 1 Balikpapan (Sesi I & II)Program Seleksi ini merupakan bentuk kerjasama SM

09/02/2021 07:58 - Oleh Editor - Dilihat 379 kali
Relaksasi dan Koordinasi Team Satgas Covid19 SMK Negeri 1 Balikpapan

.Warga Smakenza HebatSenin 1 Februari 2021 s/d Rabu 03 Februari 2021, dilaksanakan "Relaksasi dan Koordinasi Team Satgas Covid19 SMK Negeri 1 Balikpapan" guna mempersiapkan segala hal s

05/02/2021 22:11 - Oleh Editor - Dilihat 240 kali