• SMK Negeri 1 Balikpapan
Studi: Jus Tomat Bisa Turunkan Kolesterol Jahat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalin silaturahmi di momen Lebaran mungkin terasa kurang lengkap tanpa menyantap beragam hidangan lezat khas Idul Fitri. Meskipun menyenangkan, pola makan yang kurang seimbang selama merayakan Lebaran dapat memicu peningkatan kadar kolesterol 'jahat' atau LDL serta tekanan darah.

Seperti diketahui, tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol LDL merupakan faktor risiko dari beragam masalah kardiovaskular. Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap terkontrol merupakan salah satu kunci yang penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan kardiovaskular.

Berdasarkan studi terbaru dalam jurnal Food Science & Nutrition, minum jus tomat tanpa garam dapat membantu menurunkan dan mengontrol kadar kolesterol LDL dan tekanan darah. Studi ini melibatkan hampir 500 partisipan di mana 297 di antaranya adalah perempuan dan 184 lainnya adalah laki-laki. 

Selama studi berlangsung, seluruh partisipan diberikan satu buah tugas. Tugas tersebut adalah meminum jus tomat tanpa garam selama satu tahun penuh. Jumlah jus tomat yang harus diminum oleh para partisipan tidak dibatasi. Hal terpenting adalah para partisipan hanya boleh meminum jus tomat tanpa garam. 

Dari seluruh partisipan yang ada, sebanyak 94 orang di antaranya memiliki tekanan darah tinggi maupun pra-tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Setelah satu tahun penuh meminum jus tomat tanpa garam, tekanan darah para partisipan ini mengalami penurunan. 

Rata-rata tekanan darah sistolik para partisipan menurun dari 141,2 mmHg menjadi 137 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik para partisipan menurun dari 83,3 mmHg menjadi 80,8 mmHg. 

Manfaat konsumsi jus tomat tanpa garam juga terlihat pada 125 partisipan yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi. Setelah satu tahun meminum jus tomat tanpa garam, rata-rata kadar kolesterol LDL para partisipan tersebut menurun dari 155 mg/dL menjadi 149 mg/dL.

Seperti dilansir Slashgear, perubahan ini tidak terpengaruh oleh usia maupun jenis kelamin partisipan. Kuncinya ada pada kandungan garam pada jus tomat yang dikonsumsi.

Jus tomat kemasan umumnya memiliki kandungan sodium yang tinggi. Konsumsi sodium yang tinggi dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah dan berpotensi memberi dampak negatif bagi kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang. Karena itu, penelitian ini hanya membolehkan partisipan meminum jus tomat tanpa garam atau jus tomat yang tak memiliki kandungan sodium.

https://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/pss38b459/studi-jus-tomat-bisa-turunkan-kolesterol-jahat 

 

TULISAN TERKAIT