• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

Jangan Coba-coba Titip Anak Lewat PPDB Online, Kadisdikbud Kaltim: Kalau Ada Langsung Saya Jewer

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Tribun OnFocus hari ini mengusung tema "PPDB Online Hindari Pungli dan Lewat Pintu Belakang”, menghadirkan narasumber Kusharyanto, Ketua Ombudsman RI Kaltim; Anwar Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim; Encik Widyani, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim; serta Kasharyanto, perwakilan orangtua siswa, Selasa (22/6/2020).

Seperti diketahui, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya, baik sekolah SD, SMP maupun SMA.

Namun berbeda dengan tahun lalu, kondisi covid-19 membuat semua orang melakukan aktivitas secara online.

Ini menjadi salah satu kendala para peserta didik baru atau orangtua murid yang ingin mendaftar, namun masih terkendala jaringan dan sebagainya.

Anwar Sanusi mengatakan, terima kasih kepada teman-teman Tribun Kalim yang memberikan kesempatan untuk bersosialisasi PPDB.

Sekali lagi, kata dia, gara-gara covid-19 beasiswa dan PPDB juga digelar secara online.

“Alhamdulillah, seluruh kabupaten/kota sudah siap untuk melaksanakan PPBD online, mulai dari kemarin, kemudian kita juga melibatkan Telkom dalam hal ini untuk onlinenya,” kata Anwar Sanusi.

Dalam penerimaan peserta didik baru ada pembagian tiga kuota untuk tahun ini.

Pertama, 5 persen untuk murid pindahan, misalkan anak Polri, TNI, guru, yang penting pindahan anaknya pejabat asal dari luar Kaltim maupun luar kabupaten/kota, contoh murid Balikpapan pindah ke Samarinda.

Sementara itu, anak miskin diberikan kuota sekitar 15 persen, dan kemudian anak prestasi 30 persen, dan kuota 50 persen untuk kuota zonasi. Kuota siswa ini semua sama diperuntukan bagi seluruh kabupaten/kota.

Masing-masing kuota ini dibuka dari 22 Juni 2020 dan akan diumumkan pada 29 Juni 2020. Bagi yang tidak diterima pada 29 Juni 2020, mereka masih bisa mendaftar di sistem zonasi.

“Kalau ada yang ngomong trouble atau bermasalah, itu sistem zonasi memang belum bisa dibuka. Karena sistem zonasi dibuka setelah 29 Juni 2020, setelah sistem yang pertama diumumkan.

Tetapi kalau nanti anak itu daftar di SMA dan kemudian daftar lagi di SMK tidak boleh. Boleh asal mengambil jangka waktu dua hari, yakni dua hari sebelum closing, berkas itu dicabut dan baru didaftar lagi,” katanya.

Sementara untuk siswa perpindahan, minimal pindahannya satu tahun baru diperbolehkan. Seleksi zonasi ditetapkan oleh daerah masing-masing.

"Inilah yang kami berikan kewenangan ke daerah. Zonasi itu tidak ada batasan, misalnya ketika anak warga Balikpapan yang di lokasi ada sekolah dekat namun berada di kawasan Kukar itu tidak masalah.

Akan tetapi sekali lagi, posisinya ditetapkan di tengah kota pakailah jalur prestasi, kalau misalnya dari daerah jauh ingin masuk di kawasan kota asal dia punya prestasi pasti bisa. Zonasi yang ada itu ditetapkan oleh sekolah dan masyarakat,” ucapnya.

Disdikbud Provinsi Kaltim memiliki slogan isilah data dengan benar dan jujur, kalau tidak mau Anda dimundurkan, jelas kalau tidak jujur akan mundur.

“Karena yang dilihat kejujurannya seperti apa. Sebab ketika masuk data yang ada akan dicek, dan dilihat bukti data-datanya, ketika orangtua siswa tidak mengisi dengan benar akan dikeluarkan,” ujar Anwar Sanusi.

Kadisdik pun menegaskan semua sekolah tahun ini tidak boleh membuka kelas baru, kalau pun membuka kelas baru tidak diterima di dapodik, lalu kalaupun anaknya tidak terdata di dapodik ketika mendekati ujian, anak tersebut tidak bisa lulus dan di sekolah tidak dapat Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Secara hitungan, rombel sekolah negeri tidak cukup menampung siswa yang lulus SMP ke SMA, ruang belajar yang kurang, makanya ada sekolah swasta.

”Tapi saya tidak menutup bagaimana sekolah swasta itu sendiri, karena setiap sekolah negeri saya wanti-wanti jangan buka jurusan baru, atau jangan buka kelas baru,” ujarnya. 

Sebab sekolah swasta masih cukup untuk menampung siswa yang lulus, jika masih ada sekolah yang seperti itu tidak akan mendapatkan bantuan dana BOS, kecuali daerah terpencil karena hanya ada satu sekolah.

“Jangan sampai ada lagi anak yang dititip-titip, jangan ada yang berani coba-coba, kalau ada saya langsung jewer, langsung lapor saya,” katanya.

Kusharyanto, Ketua Ombudsman RI Kaltim mengatakan, tahun ini membuat posko, tapi masih dilakukan pengawasan atas pelayanan, khususnya untuk PPDB online ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota untuk menyampaikan arahan dari Ombusman Pusat terkait covid-19 harus ditaati dan pengaduan,” katanya.



Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Jangan Coba-coba Titip Anak Lewat PPDB Online, Kadisdikbud Kaltim: Kalau Ada Langsung Saya Jewer, https://kaltim.tribunnews.com/2020/06/23/jangan-coba-coba-titip-anak-lewat-ppdb-online-kadisdikbud-kaltim-kalau-ada-langsung-saya-jewer?page=3.
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Rahmad Taufiq

Tulisan Lainnya
Nadiem Ingatkan Sekolah tak Paksa Murid Belajar Tatap Muka

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengingatkan sekolah yang akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tat

09/07/2020 13:49 - Oleh Editor - Dilihat 45 kali
Jelang Idhul Adha, Pasokan Hewan Kurban di Balikpapan Diprediksi Turun Akibat Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dalam hitungan minggu, umat Islam akan merayakan Idul Adha 1441 Hijriah. Pengalaman dari tahun sbelumnya, biasanya penjualan hewan 

08/07/2020 13:07 - Oleh Editor - Dilihat 15 kali
Kemendikbud Luncurkan Program Sandiwara Audio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan podcast Sandiwara Sastra sebagai bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pan

08/07/2020 13:03 - Oleh Editor - Dilihat 19 kali
Kemendikbud: Teknologi untuk Bantu Pembelajaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, di masa depan penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan semakin didorong. Namun, bukan be

07/07/2020 12:40 - Oleh Editor - Dilihat 18 kali
Kemendikbud: Teknologi PJJ akan Diadopsi Secara Permanen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan teknologi pembelajaran ja

07/07/2020 12:38 - Oleh Editor - Dilihat 26 kali
Tahun Ajaran Baru, Guru Diminta Lakukan Asesmen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan agar guru melakukan asesmen pada tahun ajaran baru. Hal ini menjadi semakin pen

07/07/2020 12:35 - Oleh Editor - Dilihat 16 kali
PPDB Online Sering Bermasalah, Kadisdikbud Balikpapan Ungkap Kendalanya

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Semua tahapan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SD/SMP tahun ajaran 2020/2021 telah usai dilaksana

04/07/2020 10:54 - Oleh Editor - Dilihat 95 kali
Mendikbud Jelaskan Karakteristik Guru Penggerak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan karakteristik guru yang memenuhi kualifikasi program merdeka belajar episode kelima 'G

04/07/2020 10:39 - Oleh Editor - Dilihat 33 kali
Kemendikbud: Guru Penggerak tidak Hanya untuk Sekolah Negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan Program Guru Pengg

04/07/2020 10:37 - Oleh Editor - Dilihat 29 kali
Jadwal Daftar Ulang Bagi Calon Peserta Didik SMK N 1 Balikpapan 2020 - 2021

Tahap demi tahap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020-2021 telah berakhir dan pengumuman peserta didik yang diterimapun sudah tertera di situs PPDB h

04/07/2020 10:16 - Oleh Editor - Dilihat 1161 kali