• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

UNESCO: Perbedaan Sosial dan Digital Ancam Sektor Pendidikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay merujuk pada hasil Laporan Pemantauan Pendidikan Global (Global Education Monitoring/GEM) 2020 yang baru dikeluarkan pada Selasa (23/6), mengatakan sebagian besar siswa kurang beruntung berisiko kehilangan kesempatan belajar dan putus sekolah karena pandemi Covid-19. Menurut UNESCO, perbedaan sosial dan digital menempatkan siswa kurang beruntung tersebut kehilangan kesempatan belajar.

"Untuk menghadapi tantangan di zaman sekarang, langkah menuju pendidikan yang lebih inklusif adalah keharusan. Memikirkan kembali masa depan pendidikan adalah yang paling penting setelah pandemi Covid-19, yang semakin melebar dan menyoroti ketidaksetaraan. Kegagalan untuk bertindak akan menghambat kemajuan masyarakat," kata Azoulay dalam keterangan tertulisnyayang diterima di Jakarta, Selasa (23/6).

Laporan GEM 2020 yang khusus terkait dengan kondisi krisis Covid-19 menyebutkan sekitar 40 persen dari negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mengambil tindakan apapun untuk mendukung pelajar yang berisiko terabaikan selama krisis kesehatan saat ini.

Menurut dia, laporan tersebut juga mengingatkan bahwa kesempatan pendidikan masih diberikan secara tidak merata. Hambatan untuk pendidikan yang berkualitas masih terlalu tinggi bagi sebagian besar siswa, mengingat satu dari lima anak, remaja dan pemuda benar-benar ditolak dalam pendidikan.

Stigma, stereotip dan diskriminasi menandakan adanya lebih dari jutaan orang yang merasa terasing di dalam kelas.

Krisis pada saat ini, menurut dia, akan semakin melanggengkan berbagai bentuk pengecualian itu, dengan lebih dari 90 persen populasi siswa global yang dipengaruhi oleh penutupan sekolah terkait Covid-19, dunia berada dalam pergolakan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pendidikan.

Ia mengatakan pelajaran dari masa lalu -seperti kasus Ebola- telah menunjukkan bahwa krisis kesehatan dapat menyebabkan ketertinggalan, khususnya pada anak-anak perempuan dari masyarakat termiskin, yang banyak di antaranya mungkin tidak akan pernah kembali ke sekolah.

Rekomendasi inti dari laporan itu, menurut Azoulay, agar semua pelaku pendidikan memperluas pemahaman mereka tentang pendidikan inklusif untuk mencakup semua siswa, terlepas dari identitas, latar belakang atau kemampuan mereka datang pada saat yang tepat ketika berusaha membangun kembali sistem pendidikan yang lebih inklusif.

Laporan GEM 2020 juga mengidentifkasi berbagai bentuk pengecualian, apa saja penyebabnya dan apa yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Dengan demikian, itu merupakan sebuah panggilan aksi yang harus diperhatikan ketika berusaha membuka jalan bagi masyarakat yang lebih tangguh dan setara di masa depan.

"Panggilan untuk mengumpulkan data yang lebih baik, yang tanpanya kita tidak bisa memahami atau mengukur ruang lingkup masalah yang sebenarnya. Panggilan untuk membuat kebijakan publik yang jauh lebih inklusif, berdasarkan contoh-contoh kebijakan efektif yang saat ini berlaku, dan dengan bekerja sama untuk mengatasi kerugian yang bersilangan, seperti yang kita lihat berbagai Kementerian dan departemen pemerintahan sanggup menangani Covid-19," ujar dia.

Menurut dia, hanya dengan belajar dari tersebut dapat memahami jalan yang harus ditempuh di masa mendatang. UNESCO siap untuk membantu negara-negara dan komunitas pendidikan sehingga, bersama-sama dapat mengembangkan pendidikan yang sangat dibutuhkan dunia dan memastikan bahwa pembelajaran tidak pernah berhenti.

Untuk menjawab tantangan abad dua puluh satu, sebuah langkah menuju pendidikan yang lebih inklusif tak dapat ditawar, karena ia mengatakan kegagalan dalam bertindak tak boleh terjadi.

Direktur GEM Report Manos Antoninis mengatakan Covid-19 telah memberi kesempatan nyata untuk berpikir baru tentang sistem pendidikan global. Namun untuk berpindah ke dunia yang menghargai dan menyambut keberagaman tidak akan terjadi dalam semalam.

“Ada ketegangan yang jelas antara mengajar semua anak di bawah satu atap dan menciptakan lingkungan tempat siswa belajar terbaik. Tetapi, Covid-19 telah menunjukkan kepada kita bahwa ada ruang untuk melakukan sesuatu secara berbeda, jika kita mengarahkan pikiran kita kepadanya,” ujar dia.

(https://republika.co.id/berita/qcdyzs383/unesco-perbedaan-sosial-dan-digital-ancam-sektor-pendidikan)

Tulisan Lainnya
Nadiem Ingatkan Sekolah tak Paksa Murid Belajar Tatap Muka

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengingatkan sekolah yang akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tat

09/07/2020 13:49 - Oleh Editor - Dilihat 45 kali
Jelang Idhul Adha, Pasokan Hewan Kurban di Balikpapan Diprediksi Turun Akibat Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dalam hitungan minggu, umat Islam akan merayakan Idul Adha 1441 Hijriah. Pengalaman dari tahun sbelumnya, biasanya penjualan hewan 

08/07/2020 13:07 - Oleh Editor - Dilihat 15 kali
Kemendikbud Luncurkan Program Sandiwara Audio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan podcast Sandiwara Sastra sebagai bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pan

08/07/2020 13:03 - Oleh Editor - Dilihat 19 kali
Kemendikbud: Teknologi untuk Bantu Pembelajaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, di masa depan penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan semakin didorong. Namun, bukan be

07/07/2020 12:40 - Oleh Editor - Dilihat 18 kali
Kemendikbud: Teknologi PJJ akan Diadopsi Secara Permanen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan teknologi pembelajaran ja

07/07/2020 12:38 - Oleh Editor - Dilihat 26 kali
Tahun Ajaran Baru, Guru Diminta Lakukan Asesmen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan agar guru melakukan asesmen pada tahun ajaran baru. Hal ini menjadi semakin pen

07/07/2020 12:35 - Oleh Editor - Dilihat 16 kali
PPDB Online Sering Bermasalah, Kadisdikbud Balikpapan Ungkap Kendalanya

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Semua tahapan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SD/SMP tahun ajaran 2020/2021 telah usai dilaksana

04/07/2020 10:54 - Oleh Editor - Dilihat 95 kali
Mendikbud Jelaskan Karakteristik Guru Penggerak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan karakteristik guru yang memenuhi kualifikasi program merdeka belajar episode kelima 'G

04/07/2020 10:39 - Oleh Editor - Dilihat 33 kali
Kemendikbud: Guru Penggerak tidak Hanya untuk Sekolah Negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan Program Guru Pengg

04/07/2020 10:37 - Oleh Editor - Dilihat 29 kali
Jadwal Daftar Ulang Bagi Calon Peserta Didik SMK N 1 Balikpapan 2020 - 2021

Tahap demi tahap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020-2021 telah berakhir dan pengumuman peserta didik yang diterimapun sudah tertera di situs PPDB h

04/07/2020 10:16 - Oleh Editor - Dilihat 1161 kali