• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

Kemendikbud Luncurkan Kebijakan untuk Mahasiswa dan Sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan tiga kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan kebijakan pertama dan kedua terkait dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT mahasiswa, sementara kebijakan ketiga menyangkut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja.

"Kami terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan. Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal," katanya dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (19/6).

Ia menegaskan berbagai dukungan tersebut dibuat setelah Kemendikbud melakukan kajian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan terbaik. "Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan dan satuan pendidikan yang terkena dampak pandemi, sehingga diharapkan mereka akan mampu melewati tantangan yang ada," katanya.

Nadiem menjelaskan kebijakan penyesuaian UKT diatur dalam Permendikbud Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan itu bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang menghadapi kendala finansial selama pandemi Covid-19.

Terdapat empat arahan kebijakan baru yang diatur dalam Permendikbud tersebut, yaitu UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid-19, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali, pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa, dan mahasiswa pada masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50 persen UKT jika mengambil kurang atau sama dengan enam SKS (semester sembilan bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan dan semester tujuh bagi mahasiswa program diploma tiga).

Melalui kebijakan itu, terdapat empat keringanan yang akan diperoleh mahasiswa. Pertama, mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga dengan jangka waktu pembayaran cicilan disesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Kedua, mahasiswa dapat menunda pembayaran UKT dengan tanggal pembayaran disesuaikan kemampuan ekonominya. Ketiga, mahasiswa tetap membayar UKT, namun dapat mengajukan penurunan biaya dan jumlah UKT baru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Keempat, semua mahasiswa berhak mengajukan diri untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah atau skema beasiswa lain yang disediakan perguruan tinggi dan kriteria penerimaan sesuai ketentuan program beasiswa yang berlaku.

Kelima, mahasiswa dapat mengajukan bantuan dana untuk jaringan internet dan pulsa, serta ketentuan berdasarkan pertimbangan masing-masing PTN.

Kemendikbud juga memberikan bantuan kepada sebanyak 410 ribu mahasiswa terutama perguruan tinggi swasta di luar 467 ribu mahasiswa yang menerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi dan KIP Kuliah. Dana bantuan pandemi ini khusus untuk mahasiswa dengan kondisi keuangan yang terkena dampak pandemi.

Kebijakan berikutnya, BOS Afirmasi tidak lagi untuk daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T) namun untuk daerah terdampak Covid-19. Sementara BOS Kinerja, tidak lagi untuk sekolah negeri yang memiliki kinerja baik tapi juga sekolah swasta.

BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan untuk sekolah yang paling membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19. Adapun ketentuannya adalah untuk sekolah negeri dan swasta (SD, SMP, SMA, SMK, SLB) yang paling membutuhkan, dana bantuan sebesar Rp 60 juta per sekolah per tahun, dan dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah.

BOS Afirmasi dan BOS kinerja dapat digunakan untuk kegiatan yang sama dengan BOS Reguler selama masa pandemi Covid-19.

Rinciannya antara lain yakni pembayaran guru honorer, pembayaran tenaga kependidikan jika dana masih tersedia, belanja kebutuhan belajar dari rumah seperti pulsa, paket data, layanan pendidikan daring berbayar, dan belanja kebutuhan kebersihan terkait pencegahan Covid-19 seperti sabun, pembasmi kuman, dan penunjang kesehatan lainnya, demikianNadiem Anwar Makarim.

(https://republika.co.id/berita/qc6hci423/kemendikbud-luncurkan-kebijakan-untuk-mahasiswa-dan-sekolah)

Tulisan Lainnya
Nadiem Ingatkan Sekolah tak Paksa Murid Belajar Tatap Muka

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengingatkan sekolah yang akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tat

09/07/2020 13:49 - Oleh Editor - Dilihat 45 kali
Jelang Idhul Adha, Pasokan Hewan Kurban di Balikpapan Diprediksi Turun Akibat Covid-19

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dalam hitungan minggu, umat Islam akan merayakan Idul Adha 1441 Hijriah. Pengalaman dari tahun sbelumnya, biasanya penjualan hewan 

08/07/2020 13:07 - Oleh Editor - Dilihat 15 kali
Kemendikbud Luncurkan Program Sandiwara Audio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan podcast Sandiwara Sastra sebagai bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pan

08/07/2020 13:03 - Oleh Editor - Dilihat 19 kali
Kemendikbud: Teknologi untuk Bantu Pembelajaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, di masa depan penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan semakin didorong. Namun, bukan be

07/07/2020 12:40 - Oleh Editor - Dilihat 18 kali
Kemendikbud: Teknologi PJJ akan Diadopsi Secara Permanen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan teknologi pembelajaran ja

07/07/2020 12:38 - Oleh Editor - Dilihat 26 kali
Tahun Ajaran Baru, Guru Diminta Lakukan Asesmen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan agar guru melakukan asesmen pada tahun ajaran baru. Hal ini menjadi semakin pen

07/07/2020 12:35 - Oleh Editor - Dilihat 16 kali
PPDB Online Sering Bermasalah, Kadisdikbud Balikpapan Ungkap Kendalanya

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Semua tahapan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi jenjang SD/SMP tahun ajaran 2020/2021 telah usai dilaksana

04/07/2020 10:54 - Oleh Editor - Dilihat 95 kali
Mendikbud Jelaskan Karakteristik Guru Penggerak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan karakteristik guru yang memenuhi kualifikasi program merdeka belajar episode kelima 'G

04/07/2020 10:39 - Oleh Editor - Dilihat 33 kali
Kemendikbud: Guru Penggerak tidak Hanya untuk Sekolah Negeri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan Program Guru Pengg

04/07/2020 10:37 - Oleh Editor - Dilihat 29 kali
Jadwal Daftar Ulang Bagi Calon Peserta Didik SMK N 1 Balikpapan 2020 - 2021

Tahap demi tahap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2020-2021 telah berakhir dan pengumuman peserta didik yang diterimapun sudah tertera di situs PPDB h

04/07/2020 10:16 - Oleh Editor - Dilihat 1161 kali