• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

Keamanan Siswa di Sekolah Masih Jadi Masalah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai keamanan siswa di sekolah masih menjadi masalah dalam pendidikan Indonesia.  Berdasarkan penelitian Right to Education Index (RTEI) pada Desember 2018, indikator kualitas pendidikan Indonesia yang paling rendah adalah soal safety learning environment, artinya sekolah masih menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. 

Masalah pertama adalah sekolah rawan dengan sikap intoleransi dan radikalisme. Menurut Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji kasus beredarnya buku ajar di sekolah yang bermuatan konten intoleransi beberapa kali terjadi dan terus terulang. 

"Di tahun ini konten intoleransi ini juga masuk dalam soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolah. Mengerikan sekali, nama ujiannya saja berstandar nasional, tapi soalnya tidak mendidikan dan sungguh tidak sesuai standar," kata Ubaid, Rabu (2/5). 

Ubaid menyayangkan pemerintah tidak menelusuri hal ini dan terkesan membiarkannya. Ubaid juga menilai pemerintah tidak memiliki langkah konkret terkait penelitian PPIM tahun 2018 terhadap 2.237 guru muslim di 34 provinsi yang hasilnya hampir setengah dari mereka memiliki opini radikal.

Ia melanjutkan, masalah lainnya adalah kekerasan dan pelecehan seksual di sekolah. Ubaid mencontohkan kasus Baiq Nuril yang menurutnya sangat mencoreng muka pendidikan Indonesia. "Korban pelecehan seksual di sekolah ternyata tidak hanya anak, tapi juga guru. Kalau guru saja tidak berdaya di sekolah, apalagi anak-anak peserta didik.," kata dia. 

Hingga kini, kasus kekerasan di sekolah masih terus bermunculan dan merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Kasus terakhir yang diributkan publik adalah penganiayaan Audrey. Bahkan hingga hari ini, kekerasan di sekolah masih menghiasi berita-berita di media massa. 

Ubaid juga menyinggung soal politisasi sekolah dan penyebaran hoaks khususnya pada saat menjelang Pemilu 2019 lalu. Selain itu, masalah narkoba juga perlu mendapatkan perhatian agar dapat diselesaikan. Menurut Ubaid, peredaran narkoba ini sangat mengancam anak-anak di sekolah. 

"Bahkan, di awal 2019, kita dikejutkan dengan salah satu sekolah di Jakarta Barat yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba," kata Ubaid. 

Terkait hal ini, JPPI merekomendasikan agar pemerintah bukan hanya membuat peraturan soal sekolah ramah anak tapi menekankan tentang bagaimana sekolah ramah anak bisa diwujudkan. Selain itu, pemerintah juga harus memprioritaskan nilai-niali multikulturalisme dalam pembelajaran di sekolah.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pqv5qa335/keamanan-siswa-di-sekolah-masih-jadi-masalah )

Tulisan Lainnya
Berprestasi Dengan Menjadi Pembelajar Mandiri

Bogor, Ditjen Diksi – Menelusuri lulusan sekolah kejuruan yang telah sukses dalam karirnya, tentunya akan semakin membuka keyakinan masyarakat akan keunggulan sekolah vokasi. Sala

24/09/2020 13:12 - Oleh Editor - Dilihat 2 kali
Teknik Material dan Metalurgi ITK Balikpapan ( TMM ) Goes To School Online

24/09/2020 13:01 - Oleh Editor - Dilihat 20 kali
Daftar Aplikasi yang Bisa Diakses Gratis dengan Kuota Belajar Kemendikbud

KOMPAS.com - Kuota data internet gratis untuk siswa dan guru sudah mulai disalurkan oleh Kementerian Pendidiakn dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kuota data internet gratis ini akan disalur

24/09/2020 09:50 - Oleh Editor - Dilihat 4 kali
3 Peran Orang Tua Mendampingi Anak saat Pembelajaran Jarak Jauh

jpnn.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) membuat pemerintah memutuskan menggelar pembelajaran jarak jauh. Kondisi itu mendorong kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan (ed

24/09/2020 08:46 - Oleh Editor - Dilihat 5 kali
Kemendikbud Selenggarakan Festival Seni Siswa Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2020 yang

24/09/2020 08:23 - Oleh Editor - Dilihat 5 kali
Benahi SDM, Pendidikan Vokasi Harus Iringi Industri

Jakarta, Ditjen Diksi - Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi  Kemendikbud mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) tengah mela

21/09/2020 11:17 - Oleh Editor - Dilihat 14 kali
Passion Dan Berkarakter Bangun SDM Kompeten

Jakarta, Ditjen Diksi – Kesuksesan seseorang sejatinya bukan hanya mengandalkan ijazah semata. Namun, kompetensi, yakni “aku bisa apa”, bukan sekadar “aku sudah

21/09/2020 11:14 - Oleh Editor - Dilihat 11 kali
Pendidikan Soft Skill Dan Karakter Wujudkan Ekosistem Entrepreneur

Jakarta, Ditjen Diksi – Kemajuan Indonesia tak pernah luput dari sumbangsih usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menciptakan stabilitas perekonomian Indonesia. Hal inilah

21/09/2020 11:09 - Oleh Editor - Dilihat 8 kali
Bantuan Kuota Kemendikbud Dibagikan 4 Bulan, Ini Jadwal Lengkapnya

KOMPAS.com - Sebagai implementasi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 pada masa pandemi Covid-19, pemer

21/09/2020 10:11 - Oleh Editor - Dilihat 11 kali
Kemendikbud Tegaskan Pelajaran Sejarah tidak Dihapus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menegaskan, pelajaran sejarah tetap akan ada di dalam kuri

21/09/2020 08:33 - Oleh Editor - Dilihat 10 kali