You need to enable javaScript to run this app.

Masuk Metode Pembelajaran Digital, Guru Dituntut Dongkrak Kompetensi TIK

  • Selasa, 27 Oktober 2020
  • Artikel
  • Editor
Masuk Metode Pembelajaran Digital, Guru Dituntut Dongkrak Kompetensi TIK

BALIKPAPAN – Selama pandemi, pembelajaran beralih dari tatap muka menjadi daring. Kondisi ini membuat metode pembelajaran memasuki era digital. Ini menuntut baik siswa dan guru memahami metode pembelajaran secara online tersebut. Meski masih adaptasi dan mengalami kendala. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin mengatakan, adanya pandemi membuat proses pembelajaran digital berjalan secara keseluruhan. Baik siswa SD hingga SMA/SMK. “Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memasuki pembelajaran daring,” sebutnya.

Dia menyebutkan, sebenarnya sudah ada pembelajaran kelas digital untuk SMP yang sudah launching sejak 2018. Apalagi ada assasment secara nasional semua pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Mulai sekarang guru harus berbenah diri, meningkatkan kompetensi khususnya dalam TIK,” ucapnya.

Pihaknya ingin dalam era pembelajaran digital, maka sudah harus masuk e-learning. Dia berharap terutama guru dan siswa SD bisa mempersiapkan diri secara maksimal. “Seandainya musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) punya inovasi, silakan bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Dia menambahkan, guru juga harus memahami untuk berinovasi, baik secara perorangan dan kelompok. Muhaimin menyarankan, guru memanfaatkan kelompok kerja dan MGMP untuk melaksanakan inovasi pembelajaran. Dia menyadari tidak semua guru mampu.

“Tapi saya apresiasi ada guru-guru yang sukarela melakukan visit ke rumah untuk mengajar,” ujarnya. Mengingat masih ada kawasan di Kota Minyak yang tidak bisa terjangkau sinyal untuk daring. Atau orangtua tidak punya perangkat gawai untuk belajar online. Jadi sebenarnya yang dilakukan sekolah juga banyak.

Selama pandemi, orangtua bisa merasakan problematika belajar. Sehingga mereka ada pengertian dan empati bahwa mengajar tidak hanya sekadar memberi tugas dan nilai. Tapi ada sentuhan hati saat mereka menjalani profesi tersebut. Padahal selain bertindak sebagai guru, mereka memiliki tugas lain yang diemban. 

Misalnya tugas sebagai operator sekolah hingga manajer sekolah. Menurutnya seharusnya masyarakat bisa memaklumi seandainya ada situasi tidak maksimal saat guru memberikan belajar daring. “Seharusnya ada relaksasi kurikulum darurat di situasi pendidikan masing-masing,” imbuhnya.

Muhaimin menyebutkan, pihaknya baru bisa melakukan pembelajaran tatap muka jika nanti status Balikpapan masuk zona kuning. Itu pun harus mendapat izin Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, termasuk wali kota. Sekolah harus dapat persetujuan dari para orangtua siswa untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Tentu dengan penerapan standar protokol kesehatan yang ketat. “Supaya anak-anak yang belum pernah tahu sekolah, guru, dan teman-temannya bisa mulai mengenal,” ujarnya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, sesuai peraturan dan prosedur kegiatan sekolah dapat dibuka kembali jika berstatus zona kuning.

Dia berharap, masyarakat khususnya orang tua dan anak-anak sekolah bisa bersabar. “Kita memohon kerja sama dari masyarakat lainnya untuk disiplin menjaga protokol kesehatan agar kasus terus menurun. Balikpapan bisa masuk zona kuning,” pungkasnya. (gel/ms)

(https://kaltim.prokal.co/read/news/378405-masuk-metode-pembelajaran-digital-guru-dituntut-dongkrak-kompetensi-tik/12)

Bagikan artikel ini:
Mujadi, M.Pd

- Kepala Sekolah -

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Puji syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada Ilahi Robbi. Keperluan dan kepentingan manusia dalam kehidupan…

Berlangganan
Banner