You need to enable javaScript to run this app.

Dapat Teguran, Sekolah di Balikpapan yang Gelar Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Diminta Hentikan

  • Selasa, 27 Oktober 2020
  • Artikel
  • Editor
Dapat Teguran, Sekolah di Balikpapan yang Gelar Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Diminta Hentikan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan proses belajar tatap muka di masa pandemi Virus Corona ( covid-19) masih dilakukan secara daring.

Salah satu sekolah yang dilaporkan masyarakat sempat melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah kini telah ditegur Dinas Pendidikan.

Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin mengatakan, pelanggaran yang dilakukan sekolah setingkat menengah atas itu telah disampaikannya ke Disdikbud Provinsi Kaltim.

"Langsung kita sampaikan kepada Kepala UPT Disdikbud Kaltim dan MKKS SMK di Balikpapan," ujar Muhaimin, Jumat (23/10/2020).

Dari informasi yang ia terima, sekolah yang bersangkutan sudah dipanggil ke ibu kota Provinsi Kaltim, Samarinda.

Serta diminta agar kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan dan pihak sekolah diminta untuk tak mengulanginya.

"Tapi memang proses pembelajaran itu harus ada rekomendasi. Ada persetujuan dari walikota," tuturnya.

Muhaimin menjelaskan pihaknya hanya berusaha menjembatani informasi terkait aturan proses pembelajaran.

Dalam hal ini, proses pembelajaran masih daring.

Sebab, kondisi zona oranye belum memungkinkan pelajar turun ke sekolah.

"Kami sudah sampaikan agar bisa disampaikan kepada sekolah lain terutama tingkat SMA dan SMK agar tidak mengulangi, karena kita masih zona oranye," tuturnya.

Menurutnya, keputusan empat menteri yang mengatur proses pembelajaran selama masa pandemi, mestinya disikapi dengan bijak.

Pemerintah di daerah juga punya aturan pengetatan agar para pelajar dan pendidik bisa terhindar dari paparan Virus Corona.

"Yang boleh memang di zona kuning. Bahkan di keputusan SKB empat menteri tidak boleh belajar tatap muka," kata Muhaimin.

"Yang boleh zona kuning dan hijau dengan mengikuti standar protokol kesehatan," sambungnya.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Balikpapan Rizal Effendi menegaskan Pemkot Balikpapan belum melakukan pelonggaran di sekolah-sekolah.

"Ya kan belum dilonggarkan. Karena kalau yang kemarin itu melakukan pelajaran matematika," katanya.

Menanggapi aduan dari masyarakat terkait pembelajaran yang dilakukan salah satu sekolah tingkat menengah pertama, Rizal Effendi mengaku akan mendalaminya dulu.

Jika memang hal tersebut benar adanya, maka akan dipanggil oleh Dinas Pendidikan.

"Kalau ada lagi akan dipanggil oleh Kadisdik, mohon datanya diberikan ke kami," tuturnya.

Rizal meminta kepada penyelenggara sekolah untuk bisa mematuhi aturan yang ada.

Sebab, ini berkaitan dengan keselamatan anak-anak maupun guru.

Sehingga jangan sampai merugikan dan menjadi klaster baru.

"Upayakan bersama sehingga kota ini segera masuk zona kuning, kalau sudah masuk bisa kita laksanakan itu (pembelajaran)," ucap Rizal.

(TribunKaltim.co/Miftah Aulia)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Dapat Teguran, Sekolah di Balikpapan yang Gelar Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Diminta Hentikan, https://kaltim.tribunnews.com/2020/10/23/dapat-teguran-sekolah-di-balikpapan-yang-gelar-kegiatan-pembelajaran-tatap-muka-minta-dihentikan?page=all.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rahmad Taufiq

Bagikan artikel ini:
Mujadi, M.Pd

- Kepala Sekolah -

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Puji syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada Ilahi Robbi. Keperluan dan kepentingan manusia dalam kehidupan…

Berlangganan
Banner