• SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN
  • Smakenza Bisa Hebat, Siap Kerja - Santun - Mandiri - Kreatif

UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Disiplin Protokol Kesehatan, Kasus Covid-19 Turun di Pekan Kedua

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kabar baik pada pekan kedua September, terjadi penurunan kasus positif dan meninggal dunia akibat Corona atau covid-19 di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, semua tidak lepas dari berbagai faktor pendukung.

Misalnya upaya pendisiplinan dari Pemkot Balikpapan berupa razia masker dan pemberlakuan jam malam.
Kemudian kampanye masker dari berbagai elemen masyarakat.

“Ini semua memberi andil terhadap penurunan kasus pekan kedua ini,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (17/9/2020).

Sebagai informasi, penurunan terlihat jika dibandingkan jumlah kasus pada pekan pertama September.

Ada pun pekan kedua 6-12 September jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 238 kasus.

Jumlah ini lebih sedikit jika dibabdingkan pada pekan pertama, 31 Agustus – 5 September yaitu 370 kasus.

Sedangkan untuk angka kematian atau kasus meninggal dunia pada pekan pertama sebanyak 17 kasus. Kemudian menurun pada pekan kedua menjadi 13 kasus.

"Memang secara umum trend kasus di Kota Balikpapan mengalami penurunan," katanya.

Wanita yang kerap disapa Dio itu menjelaskan dari rentang 75 dan 97 kasus tertinggi yang pernah dialami.

Rupanya angka itu menurun 50 persen dari angka yang saat ini setiap hari dirilis, yakni berada dikisaran angka 30-40 kasus.

"Ini tidak mudah menurunkan dibawah 10 seperti bulan Juni lalu, tapi upaya pemkot melakukan pendisiplinan ada penurunan pada minggu ini," terangnya.

Meski begitu, positivity rate Kota Balikpapan saat ini masih melebihi dari standar Nasional. Balikpapan masih 9 persen sedangkan Nasional hanya 5 persen.

Begitu juga di tingkat kematian. Balikpapan masih 6 persen sedangkan
Nasional hanya 2 persen.

"Kita lihat pendisiplinan selama 14 hari untuk evaluasi. Tapi memang sangat signifikan berpengaruh terhadap angka kasus dan kematian," imbuhnya.

Masker Scuba Kurang Maksimal

Kabar ada yang mengatakan masker jenis buff dan masker scuba kurang maksimal dalam menangkal ganasnya penyebaran covid-19.

Melihat kondisi itu, Satgas Penanganan Corona angkat bicara, menjelaskan soal itu. 

Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan penggunaan masker scuba dan buff kurang ampuh untuk mencegah virus corona (covid-19).

Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers perkembangan penanganan covid-19 secara virtual di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Ia mengatakan, masker scuba dan buff hanya memiliki satu lapisan dan bahan yang tipis.

Wiku pun menyarankan untuk menggunakan masker yang lebih berkualitas untuk mencegah covid-19.

"Masker scuba atau buff ini adalah satu lapis saja dan terlalu tipis."

"Sehingga kemungkinan untuk tembus, tidak bisa menyaring, itu lebih besar," ungkapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa.

"Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," jelas dia.

"Masker scuba sering mudah untuk ditarik ke bawah di dagu. Sehingga fungsi masker jadi tidak ada," tambahnya.

Sehingga, Wiku menganjurkan untuk menggunakan masker yang menutup hidung hingga dagu.

"Oleh sebab itu pakailah masker dengan tepat untuk bisa melindungi."

"Menutup area batang hidung sampai dengan mulut dan dagu, dan rapat di pipi," terangnya.

Ia menambahkan, masyarakat wajib menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Masker bedah dan kain, menjadi masker yang mempunyai kemampuan untuk menyaring partikel virus.

"Masker ini adalah salah satu cara pencegahan yang digunakan untuk mencegah covid-19."

"Kita pahami ini semua dengan baik, semua masyarakat yang di daerah publik yang berinteraksi dengan orang lain, harus menggunakan masker," katanya.

Masker bedah digunakan oleh orang yang sakit, dan orang yang sehat menggunakan masker kain.

"Masker yang baik adalah masker bedah, ini biasanya digunakan terutama oleh orang yang sakit, atau orang yang punya gejala."

"Bisa juga menggunakan masker kain bagi masyarakat yang sehat," papar Wiku.

Menurutnya, masker kain yang lebih baik mencegah covid-19 yakni mempunyai tiga lapisan.

"Masker kain yang bagus ini berbahan katun dan berlapis tiga."

"Karena kemampuan menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak."

"Dalam hal ini dalam tiga lapisan berbahan katun," imbuh Wiku Adisasmito.

Cara Memakai Masker yang Benar

Masker sangat penting digunakan oleh orang sakit atau mereka yang merawat orang sakit.

Tenaga kesehatan, orang sakit dan orang yang merawat orang sakit menggunakan masker medis.

Sementara, orang yang sehat cukup menggunakan masker kain.

Berikut panduan cara menggunakan masker yang tepat, yang Tribunnews.com kutip dari Covid19.go.id:

1. Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik)

Atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60 persen)

2. Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.

3. Hindari menyentuh masker saat digunakan;

bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

Bila tidak ada, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60 persen)

4. Ganti masker yang basah atau lembab dengan masker baru.

Masker medis hanya boleh digunakan satu kali saja.

Masker kain dapat digunakan berulang kali.

5. Untuk membuka masker: lepaskan dari belakang.

Jangan sentuh bagian depan masker; Untuk masker 1x pakai, buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik.

Untuk masker kain, segera cuci dengan deterjen.

Untuk memasang masker baru, ikuti poin pertama.


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Disiplin Protokol Kesehatan, Kasus Covid-19 Turun di Pekan Kedua, https://kaltim.tribunnews.com/2020/09/17/update-virus-corona-di-balikpapan-disiplin-protokol-kesehatan-kasus-covid-19-turun-di-pekan-kedua?page=all.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo

Tulisan Lainnya
Kemenristek dan Inotek Siapkan Seribu Startup Baru

Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) melakukan Penandatanganan Kerja sama (MoU) Seri

30/09/2020 11:02 - Oleh Editor - Dilihat 11 kali
Mitras DUDI Kemendikbud Perkuat Kompetensi Guru SMK Di Bidang Artificial Intelligence (AI)

Depok, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) melakukan

30/09/2020 10:18 - Oleh Editor - Dilihat 7 kali
Ditjen Vokasi Gelar Uji Publik Rancangan Permendikbud Pendidikan Vokasi

Karawang, Ditjen Diksi – Berlokasi di Karawang, Jawa Barat, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menyelenggarakan uji publik rancangan Permendikbud tentang pendidikan vokasi. Gel

30/09/2020 10:07 - Oleh Editor - Dilihat 9 kali
6 Tips Hindari Stres Saat Pandemi dari Kemendikbud

KOMPAS.com - Tahun 2020 ini menjadi tahun yang berat bagi semua orang. Sebab, pandemi Covid-19 sangat berdampak luas pada kehidupan manusia. Namun, semua orang harus bisa menjalani deng

30/09/2020 09:11 - Oleh Editor - Dilihat 8 kali
Kuota Internet Kemendikbud Disalurkan Paling Lambat Akhir September di Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) akan memberikan bantuan atau subsidi kuota internet itu di

30/09/2020 08:47 - Oleh Editor - Dilihat 6 kali
Kasus Corona Turun di Balikpapan, Pemberlakuan Jam Malam Belum Dicabut, Ini Alasan Kepala Satpol PP Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Kasus Corona Turun di Balikpapan, Pemberlakuan Jam Malam Belum Dicabut, Ini Alasan Kepala Satpol

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Angka kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Balikpapan mengalami penurunan yang signifikan.  Berdasarkan data yang dibeberkan oleh Juru Bicara

30/09/2020 08:38 - Oleh Editor - Dilihat 6 kali
Kemendikbud Pastikan Transparansi Paket Data Internet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan transparansi program bantuan paket data internet. Plt Kepala Pusat Data dan Inf

30/09/2020 08:35 - Oleh Editor - Dilihat 5 kali
Peserta Didik Diminta Lapor Jika Belum Terima Kuota Internet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta agar peserta didik maupun tenaga pendidik yang belum mendapatkan kuota internet&nb

30/09/2020 08:31 - Oleh Editor - Dilihat 5 kali
Kemendikbud: Daftar Aplikasi di Kuota Belajar Bisa Ditambah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat data dan Informasi (Pusdatin) membuka masukan masyarakat mengenai daftar aplikasi yang

30/09/2020 08:27 - Oleh Editor - Dilihat 6 kali
Ini Perbedaan Kuota Umum dan Kuota Belajar di Bantuan Kuota Kemendikbud

KOMPAS.com – Menanggapi salah satu permasalahan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) memberikan bantuan kuota untu

28/09/2020 10:09 - Oleh Editor - Dilihat 53 kali