Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1893199
Pengunjung : 344644
Hari ini : 371
Hits hari ini : 3277
Member : 835
IP : 34.203.225.78
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
16 December 2018
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Twitter

Cerita Anak Indonesia Raih Medali di Olimpiade Kimia Dunia

Tanggal : 08/01/2018, 08:05:45, dibaca 150 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu dalam kompetensi bidang kimia tingkat dunia yaitu The 50th IChO (International Chemistry Olympiad) tahun 2018 yang digelar di Rudolfinum, Praha, Republik Ceko.

Adapun peraih medali emas olimpiade Kimia tersebut adalah Christoper Ivan Wijaya yang berasal dari SMA Kristen YSKI, Semarang, Jawa Tengah. Lalu peraih medali perak bernama Abdullah Muqaddam dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten.  

Sementara medali Perunggu diraih oleh Rizki Kurniawan, SMAN 1 Kota Metro, Lampung dan Muhammad Syaiful Islam, SMA Cindera Mata Kota Bekasi, Jawa Barat.  

Mereka yang mengikuti kompetisi ini adalah para juara di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017. Namun kompetisi tingkat dunia ini baru digelar 2018. Alhasil, sebagian dari mereka sudah berada di bangku kuliah.  

Banyak cerita menarik pengalaman mereka dalam kompetisi ini. Bagi Ivan, peraih emas yang merupakan lulusan SMA Kristen YSKI Semarang merasa prestasinya tak lepas dari peran sang guru yang bisa menyulap mata pelajaran Kimia menjadi lebih mengasyikan.  

Ivan yang merupakan salah satu peraih emas dalam Olimpiade Sains Nasional 2017, mengaku pada mulanya lebih tertarik mendalami pelajaran Matematika. Hanya saja, di berbagai kompetisi matematika yang diikuti dia selalu gagal meraih juara.  

"Awalnya saya suka matematika. Waktu SMA kebetulan ketemu guru kimia yang sebenarnya bukan mengajarnya yang bagus, tetapi guru saya itu pintar memotivasinya. Membuat saya menjadi suka kimia,” ujar Ivan di Jakarta, Selasa (31/7).  

Motivasi sang guru itu, diakui Ivan, memang berpengaruh sangat besar pada tingkat kepercayaan dirinya dalam berkompetisi. Mulai dari kompetisi tingkat nasional, hingga internasional. 

"Kemarin saja, saya merasa tidak pede gitu kan. Saya rasa banyak kesalahan yang saya lakukan dalam mengisi soal, tapi saya tetap berusaha, dan Puji Tuhan saya bisa dapat emas," jelas Ivan.  

Sementara itu, Abdullah Muqoddam, yang kini sudah menjadi mahasiswa kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, memiliki cerita yang berbeda. Abdullah mengaku, mulai tertarik mendalami pelajaran Kimia ketika masih duduk di kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Negeri Insan Cendekia Serpong.   

Ketika itu Abdullah merasa bahwa pelajaran Kimia ada pelajaran yang tepat dan adil. Karena, berbeda dengan pelajaran lainnya, Kimia merupakan pelajaran yang baru dipelajari ketika masuk ke bangku Aliyah atau SMA. Sehingga, kata dia, semua siswa memiliki peluang dan pengetahuan yang sama.  

"Beda dengan Biologi, Matematika atau lainnya kan ketika SMP sudah dipelajari. Dan pengetahuan setiap siswa kan akan berbeda-beda, ada yang sudah ekspert atau yang belum. Nah kalau Kimia semuanya belajar dari nol, jadi lebih fair aja saya pikir," kata dia.  

Abdullah mengatakan saingan terberat tim Indonesia adalah para siswa dari negara-negara maju. "Saingan terberat kebanyakan dari negara-negara maju, seperti Amerika, Rusia dan Cina. Mereka itu dapat medali emasnya dengan nilai paling tinggi,” kata Abdullah.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/07/31/pcpwgt368-cerita-anak-indonesia-raih-medali-di-olimpiade-kimia-dunia )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas