Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1784632
Pengunjung : 324048
Hari ini : 253
Hits hari ini : 456
Member : 835
IP : 54.224.150.24
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
18 October 2018
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Twitter

LAPAN: Luas Tumpahan Minyak di Balikpapan Sudah 12 Ribu Hektare

Tanggal : 04/10/2018, 08:05:29, dibaca 186 kali.

TEMPO.CO, Jakarta - Luas tumpahan minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah mencapai 12.987,2 hektare. Data itu terungkap dari satelit Sentinel 1A milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

"Area yang terdampak tumpahan minyak mentah itu pun saat ini semakin meluas," kata Kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Dedi Iriawan saat dihubungi, Senin, 9 April 2018, sembari menjelaskan data satelit yang keluar pada 2 April itu.

Berdasarkan informasi, tiga hari setelah data itu keluar, luasnya bertambah menjadi 200 kilometer atau 20 ribu hektare. Menurut Dedi, LAPAN masih melakukan akuisisi data melalui satelit lain untuk menghimpun data yang lebih lengkap.

Menurut Dedi, yang dilakukan LAPAN saat ini baru sampai luasan. Sebab, Sentinel 1A memakai sensor Synthetic Aperture Radar (SAR) yang hanya bisa melihat luas wilayah terdampak secara cepat. "Dari data tersebut, terlihat luasan daerah terdampak. Terlihat dari kekasaran permukaan, riak di permukaan terdampak minyak akan terlihat lebih halus dibandingkan dengan yang tidak terdampak," ujarnya.

Tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan sudah mencapai tahap kritis. Genangan minyak juga menyebabkan kebakaran yang menewaskan lima orang.

Selain itu, terjadi kerusakan ekosistem. Sekitar 34 hektare tanaman mangrove terkena dampak dan 2.000 bibit mangrove milik warga Kampung Atas Air Margasari serta biota laut jenis kepiting mati di Pantai Banua Patra. Masyarakat di area permukiman yang masih terpapar tumpahan mengeluhkan bau minyak yang menyengat.

https://tekno.tempo.co/read/1077709/lapan-luas-tumpahan-minyak-di-balikpapan-sudah-12-ribu-hektare?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_7 )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas