Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1784641
Pengunjung : 324050
Hari ini : 255
Hits hari ini : 465
Member : 835
IP : 54.224.150.24
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
18 October 2018
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Twitter

Kemendikbud Tepis Adanya Dugaan Sindikat \'Magang Palsu\'

Tanggal : 04/05/2018, 11:09:09, dibaca 209 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud M Bakrun menepis adanya dugaan sindikat perdagangan anak melalui program magang. Menurut dia, kasus yang dimaksud bukan terjadi kepada siswa SMK, tetapi pada alumni SMK. 

"Saya coba langsung klarifikasi ke sekolah-sekolah yang bersangkutan. Misalnya ke Jawa Tengah, NTT tapi ternyata yang menjadi korban itu statusnya sudah alumni alias sudah lulus dari SMK," kata Bakrun kepada Republika, Rabu (4/4). 

Bakrun bahkan, mempertanyakan data yang dirilis KPAI mengenai adanya dugaan sindikat perdagangan anak melalui program magang tersebut. Jika memang terjadi pada siswa SMK, lanjut dia, tentunya akan ada laporan secara resmi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud.

Bakrun mengungkapkan, istilah untuk siswa SMK yang melakukan praktek kerja lapangan biasanya disebut prakerin atau praktek kerja industri. Dia menambahkan magang biasanya ditujukan bagi orang yang telah lulus sekolah dan akan bekerja di suatu perusaan. 

"Makanya saya perlu luruskan ini. Saya juga akan meminta KPAI untuk menjelaskan data yang dirilis kemarin itu dari mana sumbernya," jelas Bakrun.

Untuk kasus di NTT, dia menjelaskan, memang ada beberapa siswa yang melakukan prakerin ke luar negeri selama tiga bulan. Namun, dia menyatakan, itu didampingi oleh guru yang bersangkutan selama tiga bulan tersebut. 

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta, agar semua sekolah menengah kejuruan (SMK) mewaspadai modus baru sindikat perdagangan anak dengan modus program magang palsu ke luar negeri. Modus baru tersebut, saat ini diduga marak dilakukan di daerah-daerah yang menjadi kantong tenaga kerja migran Indonesia.  

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Lystiarti mengatakan, sindikat perdagangan orang tersebut diduga kuat kerap beroperasi di berbagai sekolah kejuruan di Nusa Tenggara Timur. Sindikat tersebut, jelas dia, merayu para siswa untuk diberangkatkan ke luar negeri secara mudah, tanpa sertifikasi kompetisi alias pelatihan, menggunakan paspor dengan visa kunjungan, serta tanpa kartu tenaga kerja luar negeri.

http://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/04/04/p6nwth428-kemendikbud-tepis-adanya-dugaan-sindikat-magang-palsu )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas