Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1639923
Pengunjung : 287926
Hari ini : 249
Hits hari ini : 2168
Member : 835
IP : 23.20.236.61
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
21 June 2018
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
Twitter

Imbas Tumpahan Minyak, Kepiting Laut Banyak Mati di Pantai Balikpapan

Tanggal : 04/03/2018, 08:31:45, dibaca 105 kali.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dampak pencemaran minyak di perairan Teluk Balikpapan tak hanya mengancam manusia. Biota laut dan ekosistem hewan di pesisir pantai turut jadi tumbal.

Usai dikejutkan dengan penemuan hewan mamalia laut mirip lumba-lumba, Minggu (1/3/2018) kemarin. Dari pengamatan Tribunkaltim.co di sepanjang pantai Monpera hingga Semayang ditemukan kepiting dalam kondisi mati.

Kepiting yang berlumuran minyak kebanyakan sangkut di bebatuan hingga terdampar pasrah di hamparan pasir pantai. Tak lagi berwana coklat atau merah, cangkang mereka cenderung berwana hitam gelap.

"Iya, mas. Banyak kepiting juga kita angkut bersihkan," kata personel TNI yang bertugas membersihkan pantai di kawasan Banua Patra.

Untuk diketahui, General Affairs RU V Pertamina, Eko Hernanto megatakan pihaknya menargetkan 4 hari pantai di Balikpapan bersih dari cemaran minyak.

"Dalam waktu 4 hari wilayah perairan harus clear," katanya, Senin (2/4/2018).

Pihak pertamina meminta bantuan aparat TNI-Polri membersihkan ceceran minyak di tepi pantai dengan cara manual. Sementara cemaran minyal di tengah laut, mereka mengerahkan unit berupa tugboat untuk melalukan aktivitas oil boom dan penyedotan.

"Sekarang ini, coastal clean up di bibir pantai. Target hari ini Semayang sampai dengan Monpera. Besok kita lihat perkembangan. Minyak agak ke tengah kita gunakan, oil boom, yang tebal harus kita sedot," jelasnya.

Pada kegiatan pembersihan ceceran minyak, Pertamina juga berkoordinasi dengan KSOP Balikpapan untuk mengerahkan seluruh perusahaan yang mempunyai domain di perairan Teluk Balikpapan.

"Kita kordinasi KSOP melibatkan semua perusahaan di Balikpapan yang punya domain menangani minyak di laut," ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, di sepanjang pesisir pantai mulai dari kawasan Monpera hingga Semayang Balikpapan masih dipenuhi minyak hitam pekat, Senin (2/4/2018). Sebanyak 259 personel TNI-Polri bersama pihak Pertamina melakukan pembersihan pantai secara manual.

Ratusan aparat menggunakan peralatan rumahan seperti gayung dan ember yang disediakan Pertamina untuk menyendok minyak pekat di bibir pantai.

Dari amatan Tribunkaltim.co, mereka menyendok minyak menggunakan gayung, kemudian memasukkan ke ember dan plastik hitam besar, lalu menaruh di drum.

Meski terus disendok aparat, tak begitu tampak perubahan di sepanjang pantai. Air laut yang menabrak bibir pantai masih hitam legam.

"Kami lakukan coastal clean up, sebagai bentuk kepedulian. Pantai ini milik kita bersama," kata Eko Hernanto selaku General Affairs RU V Pertamina.

Saat ditanya apakah efektif melakukan pembersihan cemaran minyak di pantai deengan cara manual, Eko mengatakan segala cara dilakukan pihaknya untuk memgembalikan kondisi pantai Balikpapan seperti semula.

"Kita lihat eskalasinya, belum bisa bersih hari ini, kita tambah personel," tuturnya. 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Imbas Tumpahan Minyak, Kepiting Laut Banyak Mati di Pantai Balikpapan, http://kaltim.tribunnews.com/2018/04/02/imbas-tumpahan-minyak-kepiting-laut-banyak-mati-di-pantai-balikpapan.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas