Banner
SMAKENZA NEWS IN POCKETPerpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa Kerja
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 2089741
Pengunjung : 374722
Hari ini : 152
Hits hari ini : 304
Member : 835
IP : 34.207.146.166
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
25 March 2019
M
S
S
R
K
J
S
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Twitter

Kurikulum SMK Harus Disusun Sesuai Kebutuhan SDM Industri

Tanggal : 03/04/2019, 08:35:07, dibaca 42 kali.

REPUBLIKA.CO.ID,  DEMAK -- Politik pendidikan penting menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Jika dahulu kurikulum yang diterapkan tidak cocok dengan sektor industri, saat ini jangan sampai terulang kembali. 

“Jangan kita biarkan kurikulum kita seperti itu. Harus kita ubah dengan cepat. Kalau SDM kita tidak bisa ketinggalan jauh,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Jawa Tengah dan DIY tahap kedua, yang dilaksanakan di PT Delta Dunia Sandang Tekstil, Kabupaten Demak, Kamis (28/2). 

Jika kurikulum sudah disusun sesuai dengan kebutuhan industri, kata Ganjar, maka tidak ada cerita lagi lulusan SMK yang menganggur. Karenalink and match antara industri dengan SMK di Jawa Tengah dan DIY mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja. 

Gubernur mengatakan masih ada yang mengeluh lulusan SMK justru banyak yang menganggur. Ia mencontohkan banyak siswa yang masuk sekolah kejuruan otomotif, tata busana dan tata boga hingga kejuruan akuntansi pada akhirnya bekerja di bidang konveksi yang membutuhkan keahlian menjahit.   

“Semuanya jahit, karena lapangan kerjanya yang paling dibutuhkan memang menjahit. Jangan- jangan ada yang keliru dengan kurikulum yang diterapkan di SMK selama ini. Sehingga, akhirnya dilakukan penyelarasan 35 kurikulum dengan 146 kompetensi," katanya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Menurutnya Kementerian perindustrian menyiapkan program yang dipertemukan dengan Kementerian Pendidikan sehingga bisa saling melengkapi. Yang dilakukan adalah kurikulum yang diubah. Dari penyesuaian kurikulum tersebut, akhirnya terjadi banyak jalinan perjanjian antara dunia industri dengan pendidikan. Tercatat ada 585 perjanjian antara 116 perusahaan dengan 391 SMK pada tahun 2018. 

Pun demikian 2.340 SMK dengan 861 perusahaan dengan total 4.293 perjanjian. Bahkan tahun 2019 ada 2.685 SMK yng dibina oleh perusahaan industri di tingkat nasional. Kerjasama ini sesuai arahan Presiden untuk mencetak 1 juta lulusan SMK yang dikombinasikan pelatihan 3 in 1. 

“Mereka dilatih, sertifikasi dan dapat pekerjaan,” ungkapnya.

( https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/pnmzag335/kurikulum-smk-harus-disusun-sesuai-kebutuhan-sdm-industri )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas