Banner
SMAKENZA NEWS IN POCKETPerpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa Kerja
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 2021632
Pengunjung : 361251
Hari ini : 227
Hits hari ini : 519
Member : 835
IP : 52.23.192.92
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
20 February 2019
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Twitter

Inilah Foto-foto Wali Kota Balikpapan Sejak 1960 Sampai Sekarang

Tanggal : 02/07/2019, 08:21:41, dibaca 40 kali.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Minggu (10/2/2019), Kota Balikpapan akan genap berusia 122 tahun. Sepanjang kurun waktu tersebut kota ini sudah silih berganti kepala daerah atau wali kota.


Meski sudah berusia 122 tahun, namun Kota Balikpapan baru dipimpin wali kota pertama kali pada tahun 1960. 


Tercatat sampai saat ini sudah 10 orang yang pernah menjabat sebagai wali kota Balikpapan.


Siapa sajakah mereka?


Berikut daftar beserta foto-fotonya yang kami rangkum dari berbagai sumber:


1. H ARS Muhammad (1960-1963)


H ARS Muhammad.
H ARS Muhammad. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


H ARS Muhmmad adalah wali kota pertama Balikpapan yang menjabat selama tiga tahun.


Namanya saat ini diabadikan menjadi nama jalan di Kota Balikpapan.


Lokasi jalan tersebut berada di pusat kota, tepatnya di Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota. 


Di sepanjang jalan ini berdiri rumah dinas Wakil Wali Kota Balikpapan dan sederet hotel-hotel berbintang, di antaranya Hotel Gran Senyiur, Hotel Grand Tiga Mustika, dan Hotel Mega Lestari. 


2. Mayor TNI AD Bambang Soetikno (1963-1965)


Mayor TNI AD Bambang Soetikno.
Mayor TNI AD Bambang Soetikno. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Mayor TNI AD Bambang Soetikno merupakan wali kota Balikpapan kedua yang menjabat selama tiga tahun.


Tidak banyak literatur yang kami temukan tentang Mayor TNI AD Bambang Soetikno.


Namanya juga tidak diabadikan menjadi nama jalan.


3. Mayor TNI AD Imat Saili (1965-1967)


Mayor TNI AD Imat Saili.
Mayor TNI AD Imat Saili. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Nama Mayor TNI AD Imat Saili kini diabadikan menjadi nama jalan di Kota Balikpapan.


Lokasi jalan tersebut berada di ruas jalan Sungai Ampal, dari Balikpapan Baru menuju simpang depan SD.


Pemberian nama jalan ini pertama kali diumumkan pada rapat paripurna HUT ke-118 Kota Balikpapan, 2015 lalu.


4. Mayor Pol Zainal Arifin (1967-1973)


Mayor Pol Zainal Arifin.
Mayor Pol Zainal Arifin. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Selain Mayor TNI AD Imat Saili, nama Mayor Pol Zainal Arifin juga diabadikan menjadi nama jalan baru di Kota Balikpapan.


Wali kota keempat ini namanya kini diabadikan pada ruas jalan Beller.


Lokasi yang kerap dilanda banjir. Berada di kawasan Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota.


5. Letkol Pol HM Asnawi Arbain (1974-1981)


Letkol Pol HM Asnawi Arbain
Letkol Pol HM Asnawi Arbain (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Wali Kota Balikpapan kelima adalah Letkol Pol HM Asnawi Arbain


Ia menjabat selama 8 tahun.


Namanya kini juga diabadikan menjadi nama jalan, menggantikan nama Jalan MT Haryono Dalam atau biasa disebut Beje-beje.


Jalan ini menghubungkan Jl MT Haryono dan Jl Kol H Syarifuddin Yoes.


6. Kol Czi TNI AD H Syarifuddin Yoes (1981-1989)


Kol Czi TNI AD H Syarifuddin Yoes
Kol Czi TNI AD H Syarifuddin Yoes (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Kol Czi TNI AD Syarifuddin Yoes menjabat Wali Kota Balikpapan selama 9 tahun.


Ia kerap disebut sebagai bapak pembangunan Balikpapan.


Namanya kini diabadikan menjadi nama jalan di daerah Sepinggan.


Jalan tersebut menghubungkan Jalan Marsma R Iswahyudi, MT Haryono, Ruhui Rahayu serta Jalan Asnawi Arbain.


Di kawasan jalan ini juga berdiri rumah dinas wali kota Balikpapan, gedung Kesenian, gedung Balikpapan Sports and Covention Center (BSCC) Dome, Pengadilan Agama dan Hotel Royal Suite.


Nama Syarifuddin Yoes juga sempat mengemuka diusulkan menjadi nama stadion baru Balikpapan, yang menjadi markas klub Persiba Balikpapan.


7. H Hermain Okol (Plt Wali Kota 1989-1991)


Hermain Okol.
H Hermain Okol. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Hermain Okol menjabat sebagai pelaksana tugas wali kota Balikpapan selama tiga tahun.


Setelah pensiun sebagai PNS pada tahun 1995, Hermain Okol merambah dunia politik praktis.


Ia tercatat menjadi Anggota DPRD Kaltim periode 1999-2004.


Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Kalimantan Timur.


8. Kol Inf H Tjutjup Suparna (1991- Juni 2001)



Kol Inf H Tjutjup Suparna. (Sumber https://balikpapanku.id disadur dari buku berjudul Minyak dan Revolusi, karya Herry Trunajaya BS dan Muhammad Asran)


Tjutjup Suparna tak bisa dilepaskan dari semboyan "Balikpapan Kubangun, Kujaga, Kubela".


Tak bisa pula dilepaskan dari jargon "Balikpapan Beriman" (Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman).


Semboyan tersebut memang lahir di masa kepemimpinannya sebagai wali kota.


Meski menurutnya, motto "Beriman" tersebut merupakan buah pemikiran pendahulunya almarhum H Syarifuddin Yoes.


"Waktu itu pak Syarifuddin Yoes menjabat wali kota dan saya masih Komandan Kodim. Dulu, konsepnya pak Yoes melihat fakta-fakta sejarah Balikpapan. Fakta itu antara lain masyarakatnya yang heterogen. Baru 400 ribu penduduknya, tapi semua agama dan suku ada di sini," ujarnya saat berdialog dengan tokoh pemuka agama di Hotel Pacific Balikpapan, Sabtu (22/9/2012).


Bahkan untuk menggambarkan heterogenitas masyarakat Balikpapan kala itu, Tjutjup menyebut sudah banyak aneka kuliner nusantara yang dijajakan di kota ini.


"Pokoknya waktu itu kuliner semua ada, mau Coto Makassar, Soto Banjar, Soto Lamongan, Soto Bandung, tinggal bilang saja, kita langsung tunjukkan tempatnya," kelakarnya.


Fakta heterogenitas tersebut diakui menjadi gagasan awal lahirnya motto Bersih, Indah, Aman dan Nyaman (Beriman).


Kendati pencapaian prestasi dalam bidang kebersihan, keindahan dan keamanan kota, kata Tjutjup, baru bisa diraih saat dirinya menjabat wali kota.


"Dia (Syarifuddin Yoes) melihat bagaimana upaya menyatukan agar visi kota ini bermanfaat, sehingga lahirlah motto Beriman itu. Hanya saja waktu itu beliau belum tuntas, karena pada tahun 1990 motto itu baru pada tahap sertifikat. Nah, prestasi Piala Adipura baru kita raih di periode saya," katanya.


Tjutjup Suparna mengaku bangga karena dirinya mampu meneruskan cita-cita Alm Syarifuddin Yoes. Meskipun dia mengakui cita-cita itu juga belum berjalan maksimal.


9. H Imdaad Hamid (Juni 2001-2011)


Imdaad Hamid
Imdaad Hamid. (Twitter @ForImdaad)


Sebelum menjadi wali kota Balikpapan, Imdaad Hamid memulai kariernya dari staf pengajar pada Universitas Mulawarman (1967-1970).


Kemudian ia ditempatkan di Bagian Tata Usaha Perhutada Kantor Gubernur Kalimantan Timur.


Pada Januari 1971 Imdaad Hamid dipindah tugas menjadi Kepala Biro Sekretariat di Bappeda Kalimantan Timur.


Terhitung 31 Januari 1986, Imdaad Hamid diangkat sebagai Kepala Biro Humas Provinsi Kalimantan Timur selama lima tahun.


Setelah itu dia dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kota Balikpapan.


Ketika Imdaad Hamid menjadi Sekda, Wali Kota Balikpapan kala itu adalah Tjutjup Suparna.


Pada 29 September 1998, Imdaad Hamid dipercayakan pula menjadi Asisten IV Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga 25 Mei 2001 dan akhirnya terpilih menjadi Wali kota Balikpapan (2001-2006).


Dalam pilkada langsung tahun 2006, Imdaad Hamid kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai Wali kota Balikpapan (2006-2011). Wakilnya kala itu Rizal Effendi.


Imdaad Hamid terbilang sukses meneruskan perjuangan pendahulunya, Tjutjup Suparna.


Selama dirinya menjadi wali kota, Balikpapan terus menambah pundi-pundi prestasi. Tak terkecuali di bidang lingkungan.


Di bawah kendalinya selama 10 tahun, Balikpapan selalu mendapat predikat kota bersih.


Satu kebijakan Imdaad Hamid yang paling dikenang adalah mengharamkan aktivitas tambang batu bara di wilayahnya.


Kebijakan ini setidaknya bertahan sampai detik ini.


Pada pemilihan umum Gubernur Kalimantan Timur 2013, Imdaad Hamid maju sebagai calon gubernur didampingi oleh calon wakil gubernur, Ipong Muchlisoni.


Mereka berasal dari jalur independen.


Kontrak politik yang ditawarkan pasangan ini adalah program percepatan pembangunan desa dengan anggaran Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar tiap desa tiap tahun.


Sayang, ia gagal menjadi gubernur.


10. H M Rizal Effendi (2011-sekarang)


Rizal Effendi, Walikota Balikpapan.Rizal Effendi. (TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR)


Rizal Effendi kini sudah berusia 60 tahun dan telah memiliki tiga anak serta dikaruniai cucu.


Kedua orangtuanya juga masih sehat.


Pada 6 November 2016, Rizal Effendi memperkenalkan ayah dan ibunya melalui media sosial.


Rizal menceritakan bahwa ayah dan ibunya dulu seorang guru. Hidup dari gaji guru dengan banyak anak.


Namun pesannya pada anak-anak cukup jelas, kerja keras dan berdoa.


"Zal selebihnya biar Tuhan yang mengaturkan jalan hidup," tulis Rizal Effendi menirukan ucapan ayah dan ibunya.


Rizal juga menceritakan bahwa dulunya dia hanya bekerja sebagai wartawan lepas dengan gaji tidak jelas.


Namanya perlahan-lahan mulai dikenal publik di samping profesinya sebagai wartawan.


Karirnya di bidang politik bermula saat dirinya menjabat sebagai anggota MPR RI utusan daerah pada tahun 1994-1995.


Alumni Universitas Mulawarman Samarinda ini juga sempat menjabat Direktur Umum Perusahaan Daerah Listrik Kaltim Samarinda selama tiga tahun, sejak 2003 hingga 2006. 


Pada tahun 2006, ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan mendampingi Imdaad Hamid yang menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan periode 2006-2011.


Nama Rizal pun kian melejit, hingga ia memberanikan diri mencalonkan diri sebagai Wali Kota Balikpapan periode 2011-2016 yang digelar pada 24 Februari 2011. Hasilnya keluar sebagai pemenang.


Rizal meraih 129.807 dari suara total dan duduk di kursi pemerintahan kota Balikpapan didampingi kawan semasa kuliahnya, Heru Bambang.


Usai berjalan satu periode, Rizal pecah kongsi dengan Heru.


Pilwali 2015, keduanya sama-sama mencalonkan diri sebagai wali kota.


Namun pertarungan ini kembali berpihak pada Rizal yang memilih menggandeng Rahmad Mas'ud.


Rizal-Rahmad dilantik sebagai Wali Kota Balikpapan dan Wakil Wali Kota Balikpapan periode 2016-2021.


Rizal Effendi mencatatkan namanya sebagai wali kota kesepuluh yang memimpin kota minyak.


Drama politik paling anyar yang dilaluinya adalah Pilgub Kaltim 2018.


Di sini, Rizal Effendi sempat merasakan maju mundur.


Awalnya, ia digadang-gadang berduet dengan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.


Poster pasangan bakal calon ini bahkan sudah beredar di berbagai sudut kota.


Namun takdir berkata lain, Rizal terdepak di menit-menit akhir. Isunya karena mahar politik.


Rizal Effendi tak masuk dalam empat paslon yang ditetapkan KPU.


Di tengah perjalanan, Cawagub nomor urut 1 yang diusung Partai Golkar dan Nasdem, Nusyirwan Ismail, meninggal dunia.


Pasangan Andi Sofyan Hasdam ini tutup usia diduga kelelahan setelah menjalani kampanye di berbagai daerah.


Mau tidak mau, partai pengusung mencari penggantinya. Hingga akhirnya terpilih Rizal Effendi.


Sayang, perjalanan Rizal Effendi di kontestasi Pilgub Kaltim 2018 juga berakhir pahit.


Ia bersama Andi Sofyan Hasdam mendapat perolehan suara paling kecil di antara paslon lainnya.


Kini, Rizal Effendi mengaku hanya ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Balikpapan, yang jabatannya akan berakhir pada 2021 mendatang.


(TribunKaltim/Syaiful Syafar)


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Inilah Foto-foto Wali Kota Balikpapan Sejak 1960 Sampai Sekarang, http://kaltim.tribunnews.com/2019/02/06/inilah-foto-foto-wali-kota-balikpapan-sejak-1960-sampai-sekarang?page=all.
Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Syaiful Syafar 





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas