Banner
SMAKENZA NEWS IN POCKETPerpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa Kerja
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 2021759
Pengunjung : 361260
Hari ini : 236
Hits hari ini : 646
Member : 835
IP : 52.23.192.92
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
20 February 2019
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Twitter

Mendikbud: SMK Butuh 90 Ribu Guru

Tanggal : 01/17/2019, 07:31:03, dibaca 70 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia masih membutuhkan 90 ribu guru untuk mendidik para pelajar pada tahun ini. Mendikbud mengatakan guru yang dibutuhkan SMK tentunya harus memiliki keahlian dan memenuhi persyaratan.  

"Jadi kita membutuhkan guru SMK itu pada tahun ini kira-kira sebanyak 90 ribu guru sesuai keahliannya," katanya pada acara peluncuran program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Sulawesi di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/1).  

Ia menjelaskan, guru yang dibutuhkan yakni harus tergolong sebagai guru produktif atau yang memiliki kecakapan dan keahlian yang dibutuhkan di berbagai program di SMK. Seperti dari sektor industri kemaritiman, industri pariwisata, industri pertanian dan industri ekonomi kreatif.  

Bagi guru yang ada saat ini dan belum memiliki keahlian, kata dia, akan disekolahkan kembali agar bisa siap dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Menurut dia, saat ini sudah  banyak guru yang memenuhi persyaratan karena adanya program pemerintah untuk menyekolahkan para guru normatif dan adaptif tersebut melalui program keahlian ganda.  

"Jadi guru-guru SMK yang selama ini tidak punya keahlian, kita sekolahkan lagi. Bahkan sekarang telah dilaksanakan terhadap 15 ribu guru,"jelasnya.   





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas