Banner
SMAKENZA NEWS IN POCKETPerpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa Kerja
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 2089742
Pengunjung : 374722
Hari ini : 152
Hits hari ini : 305
Member : 835
IP : 34.207.146.166
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
25 March 2019
M
S
S
R
K
J
S
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Twitter

KPK Harap Terus Bekerjasama dengan Kemendikbud

Tanggal : 01/09/2019, 07:58:47, dibaca 115 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap agar bisa terus bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada Selasa (8/1) Mendikbud Muhajir Effendy menyambangi Gedung KPK Jakarta. 

"Dari pertemuan dan diskusi hari ini, kami berharap bisa lebih bekerja sama supaya dana pendidikan yang cukup besar 20 persen dari APBN. Kami itu nanti dengan kerja sama yang lebih efektif akan bisa lebih baik dampaknya kepada dunia pendidikan kita. Jadi banyak agenda yang kami rancang, banyak hal yang akan kita harmoniskan. Mudah-mudahan nanti kami segera bisa membuat sistem yang lebih baik," kata Agus di Gedung KPK Jakarta, Selasa (8/1). 

Saat disinggung ihwal kurikulum antikorupsi , Agus menegaskan penerapan kurikulum tersebut harus dibarengi dengan kesadaran baik dari guru ataupun muridnya. 

"Tata kelola di sekolah. Tadi saya sampai membicarakan yang namanya bimbingan belajar untuk murid yang gurunya nanti memberi nilai itu juga melanggar prinsip conflict of interest. Jadi banyak tata kelola sekolah, kejujuran di sekolah, integritas di sekolah itu menjadi pembicaraan kami," ucapnya. 

KPK bersama Kemendikbud, sambung Agus juga sedang merancang dan sepakat dengan regulasi yang sudah ada  untuk dievaluasi. Kedua, KPK dengan Kemendikbud masing-masing membentuk tim untuk kemudian melakukan e-monitoring. 

"Itu nanti dimasukkan dalam platform jaga kita," ujarnya.

"Mudah-mudahan nanti bisa lebih dikontrol penggunaan dana pendidikan di daerah-daerah yang akibat desentralisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kemudian tangannya tidak sampai ke daerah nanti kami fasilitasi, harmonisasinya dengan teman-teman Kementerian dalam negeri dengan temen-temen Pemkab dan temen-temen Provinsi. jadi kalau kami ketemu bersama mudah-mudahan semua lebih berjalan lebih baik dan harapan kami memang anggaran pendidikan jadi lebih efektif dan efisien," tambah Agus.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/19/01/08/pl0mp6335-kpk-harap-terus-bekerjasama-dengan-kemendikbud )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas