Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1903694
Pengunjung : 345768
Hari ini : 383
Hits hari ini : 1824
Member : 835
IP : 54.163.19.57
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 December 2018
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Twitter

Banyak Fasilitas Publik di Balikpapan Rusak, Pengamat Sebut Pemkot Tidak Kreatif

Tanggal : 11/28/2018, 09:17:22, dibaca 27 kali.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah fasilitas publik di Kota Balikpapan banyak yang rusak dan tidak berfungsi. Persoalan ini menjadi perhatian pengamat kota dari LSM Stabil, Heri Sunaryo. Menurut dia, rusaknya fasilitas publik akibat tidak adanya perencanaan dari awal dan cara pemerintah memelihara fasilitas tersebut.

"Banyak fasilitas yang seperti asal bangun dan tidak dipelihara. Contohnya jembatan penyeberangan (JPO), alat pengukur kualitas udara, dan gedung parkir. Padahal fasilitas publik tersebut dibangun dengan biaya tidak murah, terus buat apa? Sudah dibangun," jelasnya.

Heri mengatakan, defisit anggaran harusnya tidak menjadi alasan untuk memperbaiki fasilitas publik yang rusak. Sebaliknya, pemerintah justru harus lebih kreatif. Misal, perbaikan JPO yang atapnya bolong-bolong bisa menggandeng pihak ketiga dalam pemeliharaannya. Tak menutup kemungkinan juga fasilitas yang lain.

"Pemerintah kurang kreatif ya, ada pihak-pihak lain yang bisa diandalkan. Contoh JPO, itu kan yang paling diuntungkan Plaza Balikpapan, kenapa tidak diaktifkan kontribusinya untuk pemeliharaan jembatan itu," pungkasnya.

Ia juga secara tegas menyoroti perencanaan dari awal yang dinilai tidak dilakukan secara menyeluruh. Terbukti dari beberapa fasilitas yang tersedia tidak berfungsi dengan baik, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Alat Pemantau Kualitas Udara (APKU), videotron pantauan harga di pasar tradisional Klandasan dan Pandan Sari, dan gedung parkir.

"Harusnya sebelum dibangun semua itu pemerintah punya kajian, karena dibangun pakai uang rakyat cukup besar, dan ada di pusat kota semua, tapi malah gak berfungsi dan tidak dipelihara," tegasnya.

Sebelumnya, pemeliharaan yang dilakukan terhadap prasarana di Balikpapan perlu diperhatikan. Pasalnya, beberapa dinas terkait mengaku tidak menganggarkan pemeliharaan untuk fasilitas yang mengalami kerusakan, tidak terpakai, dan tidak berfungsi dengan baik dengan anggaran pembuatan rata-rata lebih dari Rp 1 miliar. (*)


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Banyak Fasilitas Publik di Balikpapan Rusak, Pengamat Sebut Pemkot Tidak Kreatif, http://kaltim.tribunnews.com/2018/11/27/banyak-fasilitas-publik-di-balikpapan-rusak-pengamat-sebut-pemkot-tidak-kreatif.
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Sumarsono 





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas