Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1903592
Pengunjung : 345761
Hari ini : 376
Hits hari ini : 1722
Member : 835
IP : 54.163.19.57
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 December 2018
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Twitter

Pengamat: Perombakan Sistem Pendidikan SMK Sangat Mendesak

Tanggal : 11/26/2018, 11:18:56, dibaca 37 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerhati pendidikan sekaligus Direktur Utama PT Eduspec Indonesia Indra Charismiadji menilai, perombakan pendidikan vokasi atau SMK sangat mendesak. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, mulai dari penyederhanaan hingga penambahan guru produktif SMK. 

“Sekarang kan ada 149 bidang keahlian, coba disederhanakan menjadi bidang keahlian yang memang menjadi fokus pengembangan industri,” kata Indra saat dihubungi Republika, Rabu (21/11). 

Selain itu, Indra juga menyarankan agar kompetensi keahlian yang dikembangkan di SMK disesuaikan dengan potensi industri masing-masing daerah di Indonesia. Karena tentunya pengembangan keahlian untuk daerah pariwisata, pertanian atau bahkan maritim akan berbeda. 

“Jadi harus disesuaikan dengan apa yang industri apa yang ingin dikembangakan. Jadi nyambung antara pendidikan vokasi dan industri yang ingin dikembangkan,” ungkap dia. 

Selanjutnya, ujar Indra, pemerintah didesak untuk memperbanyak guru produktif. Karena menurut dia, guru produktif ini masih sangat kurang dan menjadi problematika selama 10 tahun belakangan ini. Sehingga sebagai solusi pemerintah harus segera mencari guru produktif. 

“Caranya bisa dengan merekrut dari industri untuk menjadi guru atau memanfaatkan teknologi untuk sang pengajar di industri tapi guru yang di sekolah sebagai fasilitator saja,” ungkap dia. 

Diketahui, Presiden Joko widodo mengungkapkan dua kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Indonesia, yakni revitalisasi pendidikan vokasi dan meningkatkan keterampilan pencari kerja. Menurut dia, kedua hal itu mesti dilakukan secara besar-besaran mulai tahun depan.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/11/22/pikq6j335-pengamat-perombakan-sistem-pendidikan-smk-sangat-mendesak )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas