Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1837278
Pengunjung : 332964
Hari ini : 98
Hits hari ini : 301
Member : 835
IP : 54.161.71.188
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
13 November 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
Twitter

Cegah Bullying, Kurikulum Karakakter Perlu Diperkuat

Tanggal : 09/13/2018, 07:56:04, dibaca 89 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Beberapa waktu lalu, Kota Bandung dihebohkan dengan kasus bullying atau perundungan yang terjadi pada siswa sekolah dasar (SD). Banyak pihak yang menyayangkan terjadinya bullying pada anak-anak. 

Ketua Yayasan Cendikia Muda, Reyhanani Bahar menilai perlu adanya aturan penekanan kurikulum berbasis karakter yang diperkuat di sekolah-sekolah. Hal ini diyakininya dapat mencegah kasus bullying.

Reyhanani mengimbau pemerintah Kota Bandung serta komisi D DPRD Kota Bandung untuk membuat peraturan menginisiasi ide kepada dinas pendidikan kota Bandung untuk menguatkan kompetensi inti dari kurikulum 2013 yaitu learning and empowerment yang terdiri dari bidang akademik, psikologis atau spiritual dan fisik. 

"Pada umumnya yang dikuatkan bidang fisik sehingga psikologis atau spiritual kurang terpantau akibatnya sekolah tidak sehat secara psikologis atau spiritual," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (11/9). 

Ia mengatakan civitas akademika khususnya guru juga harus menjadi role model bagi siswanya. Role model ini sebagai acuan atau panutan bagi guru agar didalam proses mengajar. 

"Bila akhlaq guru baik maka dapat dijadikan contoh bagi murid yang melihat," ujarnya 

Menurutnya, kasus bullying yang marak terjadi di sekolah dasar akibat suatu kondisi dimana tidak terpantau oleh sekolah ataupun juga oleh civitas akademika. Korban bullying cenderung tertutup dan menyembunyikan kasus tersebut, peran orangtua sangat berperan penting dalam pembentukan karakter pribadi anak. 

Selain itu, tambahnya, perilaku bullying kemungkinan juga berasal dari rumahnya sehingga perlu adanya intropeksi. Orangtua tentunya peka terhadap prilaku anak dan pembelajaran disekolah, sebab sekolah bukanlah bengkel tapi lingkungan sekolah tidak bisa instan merubah karakter anak.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/09/12/pex3yb335-cegah-bullying-kurikulum-karakakter-perlu-diperkuat )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas