Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1747535
Pengunjung : 314891
Hari ini : 109
Hits hari ini : 190
Member : 835
IP : 54.80.58.121
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 September 2018
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
Twitter

Mendikbud Dorong Semua Pihak Bantu Entaskan Buta Aksara

Tanggal : 09/10/2018, 10:04:04, dibaca 14 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 11 provinsi di Indonesia tercatat memiliki persentase buta aksara masih di atas rata-rata nasional yaitu sekitar 2,07 persen. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong semua pihak untuk membantu pengentasan buta aksara tersebut.  

"Dengan terbebasnya bangsa Indonesia dari buta aksara maka kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat," kata Mendikbud Muhadjir Effendy, Sabtu (8/9). 

Dalam pengembangan masyarakat, lanjut dia, pemerintah telah memberikan layanan program pendidikan keaksaraan dasar dan lanjutan di daerah terpadat buta aksara, daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), dan komunitas adat terpencil/khusus. Selain itu juga pemerintah memberikan layanan melalui program Kampung Literasi dan Desa Vokasi.   

"Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa inisiator pengembangan budaya baca masyarakat dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan budaya lokal, lebih khusus di daerah-daerah 3T," kata dia.  

Muhadjir menyampaikan, keberaksaraan atau literasi yang dirumuskan oleh World Economic Forum pada tahun 2016, merupakan kecakapan orang dewasa abad 21. Setidaknya terdapat enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh setiap orang dewasa, yakni: baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewarganegaraan.  

"Literasi dan Pengembangan Keterampilan menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar prioritas pada aspek baca, tulis, hitung (calistung), tetapi juga pentingnya pengembangan keterampilan sebagai investasi yang sangat penting bagi masa depan dan kemajuan bangsa yang bermartabat," ujar dia.  

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis 11 provinsi dengan angka buta aksara tertinggi yaitu Papua sebanyak 28,75 persen, NTB sebanyak 7,91 persen, NTT sebanyak 5,15 persen, Sulawesi Barat 4,58 persen, Kalimantan Barat 4,50 persen, Sulawesi Selatan 4,49 persen, Bali 3,57 persen, Jawa Timur sebanyak 3,47 persen, Kalimantan Utara 2,90 persen, Sulawesi Tenggara 2,74 persen, dan Jawa Tengah 2,20 persen.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/09/08/peqijj428-mendikbud-dorong-semua-pihak-bantu-entaskan-buta-aksara )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas