Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1747539
Pengunjung : 314891
Hari ini : 109
Hits hari ini : 194
Member : 835
IP : 54.80.58.121
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
19 September 2018
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
Twitter

Mendikbud: Disparitas Pendidikan di Daerah Masih Tinggi

Tanggal : 08/27/2018, 09:05:09, dibaca 36 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, disparitas pendidikan di banyak daerah masih cukup tinggi. Karena itu, dia mendorong agar pemerintah daerah lebih fokus membenahi ketimpangan tersebut. 

"Karena jika masih ada ketimpangan kita tidak akan mencapai target pendidikan yang berkualitas," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (24/8). 

Dia menerangkan setidaknya ada beberapa hal yang harus difokuskan oleh Pemda. Seperti menegakkan aturan zonasi, memeratakan fasilitas dan sarana prasana pendidikan, dan redistribusi guru. 

Dalam ketiga masalah tersebut, kata dia, tanggung jawab dan wewenang pemerintah daerah lebih besar ketimbang pemerintah pusat. Karena itu, Pemda harus betul-betul menegakkan tiga masalah tersebut. 

"Jika begitu input siswa juga timpang akibat dari rayonisasi yang lebih mengutamakan akademik, guru menumpuk juga di daerah kota," kata dia. 

Selama ini, menurut Mendikbud, adanya ketimpangan disebabkan karena sekolah selalu dipersepsikan sebagai sekolah unggul atau favorit, dengan sekolah yang dipersepsikan tidak favorit. Sekolah favorit biasanya diisi oleh peserta didik yang prestasi dan belajarnya tergolong baik atau tinggi, dan umumnya berlatar belakang keluarga dengan status ekonomi dan sosial yang baik. 

Sementara, terdapat juga di titik ekstrim lainnya, sekolah yang memiliki peserta didik dengan tingkat prestasi belajar yang tergolong kurang baik atau rendah, dan umumnya dari keluarga tidak mampu. 

"Ini juga makanya Pemda harus betul-betul menegakkan aturan zonasi itu," jelas dia.

https://republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/18/08/24/pdyudg335-mendikbud-disparitas-pendidikan-di-daerah-masih-tinggi )





Berita Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas