Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1569965
Pengunjung : 268688
Hari ini : 204
Hits hari ini : 579
Member : 835
IP : 54.198.134.127
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
21 April 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Twitter

Pergeseran Usia Penderita Diabetes karena Gaya Hidup

Tanggal : 16-04-2018 08:38, dibaca 5 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergeseran usia penderita diabetes yang kini makin banyak dialami oleh orang muda dikarenakan gaya hidup tidak sehat. Faktor lain yang memengaruhi ialah adanya genetika yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.  

"Kembali ke pola lingkungan yang mendorong faktor gen muncul jadi lebih cepat," kata ahli endokrin metabolisme dan diabetes dr Em Yunir SpPD-KEMD di Jakarta, Jumat (13/4).   

Em Yunir yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia menjelaskan seorang anak berisiko lebih besar diwariskan penyakit diabetes kalau mempunyai kedua orang tua dengan penyakit diabetes. Apalagi, dia menambahkan, anak tersebut juga memiliki kakek dan nenek yang juga menderita diabetes.   

Sementara gaya hidup seseorang memengaruhi kapan seorang dengan risiko keturunan diabetes tinggi bisa mengidap penyakit tingginya gula darah tersebut. "Kalau gen sudah ada, kalau lifestyle-nya jelek, diabetesnya akan muncul usia 30, kalau umpamanya lifestyle-nya bagus, gen itu akan memunculkan diabetes mundur bisa sampai 40 tahun," kata dia.  

Yurin menjelaskan seseorang dengan risiko diabetes besar dari keturunannya harus melakukan upaya lebih dalam pencegahan munculnya diabetes. Dia menyampaikan bahwa penyakit diabetes akibat genetika tidak bisa dihindari karena merupakan warisan.  

Dia mengatakan diabetes termasuk penyakit metabolik yang memerlukan aktivitas fisik untuk membantu penyembuhan. Yurin menyebut separuh dari pengobatan penyakit diabetes ialah dengan olahraga.  

Idealnya, seseorang melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit dalam satu minggu yang terbagi menjadi tiga atau empat kali.  



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas