Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1640004
Pengunjung : 287928
Hari ini : 251
Hits hari ini : 2249
Member : 835
IP : 23.20.236.61
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
21 June 2018
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
Twitter

Media Sosial Picu Krisis Perempat Baya

Tanggal : 13-03-2018 08:07, dibaca 128 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Krisis perempat baya, istilah untuk kondisi stres yang dialami usia muda, dikabarkan mulai meningkat di Australia. Berdasarkan penelitian Linkedin, kecemasan soal karier dan media sosial menjadi beberapa pemicunya.

Penelitian itu, dilansir Daily Mail, Senin (12/3),  menunjukan tingkat kecemasan masyarakat muda Australia usia 25 tahun-33 tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mayoritas merasa tertekan soal nasibnya di masa depan. 

Tekanan disebutkan karena mereka terlalu mementingkan bagaimana mencapai karier impian. Penelitian menyatakan, hampir dua pertiga partisipan berusia 25 sampai 33 tahun lebih cemas tentang karier mereka dibanding dengan hubungan pribadi. 

Sebanyak 80 persen milenium Australia mengatakan, mereka merasa tekanan tinggi untuk sukses sebelum mencapai usia 30 tahun. Sementara itu, 29 persen orang muda Australia merasa telah menyia-nyiakan waktu bekerja di tempat yang salah. Sebanyak satu dari empat orang bahkan memilih istirahat dari pekerjaan akibat stres. 

Meski 28 persen generasi muda berusia 25 sampai 33 tahun mengetahui apa pekerjaan impiannya, mereka juga tidak yakin bagaimana cara untuk mendekati karier tersebut. Dalam kelompok usia yang sama, mereka mengakui telah terbebani dengan terlalu banyak pilihan. 

Alasan mengapa anak muda sangat cemas akan karier adalah karena ketidakpastian di sekitar mereka dan rasa takut kehilangan apa yang ditawarkan di kehidupan lain. "Meski tidak ada solusi sederhana untuk mengatasi krisis perempat baya, mendapat saran dari orang yang memiliki pengalaman serupa dapat membantu seseorang," demikian temuan LinkedIn. 

Keberadaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat semakin menambah tekanan. Sebab, platform tersebut kini sudah mendominasi kehidupan generasi muda yang memungkinkan mereka membandingkan kesuksesan dengan orang lain. 

Pekerja sosial klinis, Debbi Carberry, mengatakan, media sosial menumbuhkan karakter rapuh secara emosional pada masyarakat dewasa muda. "Mereka paling mudah terhubung secara elektronik, tapi mudah terputus secara emosional. Masalahnya, 1.000 teman di Facebook sebenarnya tidak berarti apa-apa. Jauh lebih penting untuk punya tiga teman yang bisa kita andalkan," ujarnya.

http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/03/12/p5h8jg284-media-sosial-picu-krisis-perempat-baya )



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas