Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1893333
Pengunjung : 344653
Hari ini : 380
Hits hari ini : 3411
Member : 835
IP : 34.203.225.78
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
16 December 2018
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Twitter

Menanyakan Kabar Bisa Tingkatkan Kesehatan Mental

Tanggal : 04-10-2018 08:57, dibaca 103 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagian orang mungkin mengajukan pertanyaan "Apa kabar?" atau "Bagaimana kabarmu?" hanya seperti angin lalu untuk sekedar berbasa-basi. Padahal jika dilakukan dengan benar, pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan mental lawan bicara. 

Survei yang melibatkan 2.000 orang di Inggris menunjukkan bahwa sekitar 78 persen orang yang mendapatkan pertanyaan "Apa kabar?" akan memberi jawaban "Baik-baik saja". Jawaban ini diberikan meskipun mereka sebenarnya sedang merasakan suasana hati yang buruk, kecemasan maupun masalah kesehatan mental lain. 

Para responden survei mengaku jawaban basa-basi tersebut mereka berikan karena tidak yakin jika si penanya benar-benar ingin tahu kondisi mereka. Sebagian lain memilih untuk memberi jawaban "Baik-baik saja" karena tidak ingin memberi beban bagi lawan bicara mereka. 

"Kita mendengarnya berkali-kali dalam sehari, 'Apa kabarmu?, 'Baik-baik saja, bagaimana denganmu?'," ungkap Direktur Time to Change Jo Loughran seperti dilansir The Sunday Post, Kamis (4/10). 

Penelitian yang dilakukan oleh Time to Change menemukan hanya sekitar 39 persen responden yang berani memberikan jawaban jujur ketika mendapat pertanyaan "Apa kabar?". Jawaban jujur ini pun baru terlontar jika mereka yakin bahwa si lawan bicara memang benar-benar ingin mendengarkan kabar mereka. 

Time to Change juga menemukan bahwa sebagian besar orang merasa sulit untuk menjawab pertanyaan "Apa kabar?" dengan jawaban yang jujur. Padahal keengganan untuk menjawab pertanyaan "Apa kabar?" dengan jujur dapat menjadi pertanda bahwa seseorang sebenarnya sedang bergelut dengan kesehatan emntalnya sendiri. 

"Mereka mungkin menunggu isyarat Anda untuk bisa membicarakan (masalah kesehatan mental yang mereka rasakan) itu," jelas Loughran. 

Oleh karena itu, Time to Change saat ini menggalakkan kampanye kesehatan mental "Ask Twice". Melalui kampanye ini, Time to Change mengajak orang-orang untuk menanyakan kabar orang lain sebanyak dua kali. 

Loughran mengatakan bertanya kabar sebanyak dua kali merupakan cara yang sederhana dan efektif untuk menunjukkan lawan bicara bahwa kita bertanya dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar basa-basi. Dengan cara ini, kita juga menunjukkan kepada lawan bicara bahwa kita siap untuk hadir sebagai pendengar bagi lawan bicara. 

"Bahwa kita siap untuk mendengarkan, baik itu sekarang atau kapanpun mereka siap (untuk bercerita)," papar Loughran. 

https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/10/04/pg1lco430-menanyakan-kabar-bisa-tingkatkan-kesehatan-mental )



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas