Banner
Perpustakaan SMK N 1 BalikpapRadio Suara EdukasiDinas P & K Prov KaltimDITPSMK Kemdikbud RIBursa KerjaSimulasi Digital
Login Member
Username :
Password :
Jajak Pendapat
Apa saja yang telah dilakukan pada web sekolah SMKN 1 balikpapan
Sekedar Tahu dan Bangga
Memanfaatkan Fasilitas
Melakukan Interaksi
Melakukan KBM
Unduh dan Upload File
Lihat
Statistik

Total Hits : 1849839
Pengunjung : 335981
Hari ini : 346
Hits hari ini : 1134
Member : 835
IP : 54.159.44.54
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

humassmknsatubpn@yahoo.co.id    
Agenda
21 November 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
Twitter

Puasa Hindarkan Seseorang dari Psikosomatik, Ini Alasannya

Tanggal : 16-05-2018 09:11, dibaca 211 kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian masyarakat mungkin belum mengenal penyakit Psikosomatik. Padahal penyakit ini sangat berhubungan bahkan pemicu sakit lainnya dalam tubuh kita.  

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Ari Fahrial Syam, SpPD menyatakan berbagai macam sakit fisik terjadi karena jiwa yang terganggu. Pengendalian diri lewat puasa pun diyakini bisa menghindarkan kita dari Psikosomatik  

"Pasien yang cemas cenderung asam lambungnya tinggi, dan akhirnya maagnya dapat terganggu," ujar dia .  

Pria yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan pasien dengan hipertensi TD akan naik jika emosinya terganggu. Pasien Asma bisa kambuh karena sedang dalam keadaan stress. Jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal ditengkuk bisa berhubugan dengan faktor psikis.   

"Dengan pengendalian diri selama berpuasa diharapkan faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut tidak muncul," ujarnya.  

Akhirnya dengan berpuasa kita dapat mengurangi makan, hidup lebih teratur dan pengendalian diri. Selesai puasa nanti seharusnya ketiga hal tersebut dapat diteruskan dalam kehidupan sendiri, makan tidak boleh berlebihan, makan sesuai kebutuhan, karena jika makan berlebihan maka makanan tersebut akan ditimbun dalam tubuh kita dalam bentuk lemak, di hati (fatty liver), di kandung empedu (Batu KE), di pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak.  

Keteraturan yang telah terbina selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca puasa lebaran. Hidup selalu berpikir positif dan pengendalian diri seharusnya juga dapat dipertahankan setelah lebaran nanti. Mudah-mudahan dengan mempertahankan apa yang telah kita raih selama Ramadhan nanti sampai terus setelah lebaran, kita dapat selalu sehat.

http://republika.co.id/berita/ramadhan/mutiara-ramadhan/18/05/15/p8qy6u349-puasa-hindarkan-seseorang-dari-psikosomatik-ini-alasannya )



Pengirim : dms_rz


Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas

Kembali ke atas